Hidayatullah.com–Seorang mahasiswa Muslim asal Manipur, India dikeroyok dan dipukuli sampai mati karena dicurigai melakukan pencurian kendaraan bermotor di Propinsi Manipur, Imphal Barat, India, yang memicu kekhawatiran kekerasan komunal di wilayah tersebut.
Menurut polisi, penduduk desa Tharoijam diduga memukuli dan mengeroyok Farooq Khan (26 tahun) hingga meninggal dan menghancurkan mobil yang ia tumpangi pada Kamis pagi. Namun, dua orang yang menemaninya berhasil melarikan diri, kutip Muslimmirror.
Khan, adalah seorang mahasiswa jurusan manajemen, penduduk Lilong di Propinsi Thoubal.
Menurut media, penduduk desa sempat mendatangi dan menyerang kantor polisi di Patsoi dan menuntut pembebasan tanpa syarat terhadap orang-orang yang ditangkap.
Baca: Menjadi Muslim di India Hari ini Lebih Berat dari Sebelumnya
Meskipun penduduk desa menuduh bahwa Khan dan teman-temannya tertangkap mencuri kendaraan roda dua sekitar 3.30 pagi, namun polisi mengatakan mereka belum memverifikasinya.
Kelompok-kelompok Muslim menyatakan bahwa korban tidak bersalah, dan telah meminta pemerintah untuk melakukan penyelidikan menyeluruh atas insiden tersebut.
Komisi Hak Asasi Manusia Manipur telah mendaftarkan kasus ini dan mengarahkan kepolisian Manipur untuk menyerahkan laporan pada 22 September ini.
Lima orang telah ditangkap dalam hubungan kekerasan dan pengeroyokan ini.
Baca: Peternak Sapi, Korban Terbaru Serangan Warga Hindu India
Kekerasan Minoritas Muslim
Konflik komunal antara minoritas Muslim dan Hindu marak terjadi di India akhir-akhir ini.
Tahun 1983, kelompok ektrimis Hindu sayap kanan dari Vishva Hindu Parishad dan Dal Bajrang pernah menghancurkan Masjid Babri Babri.
Seolah belum berhentik, tanggal 6 Desember 1992, terjadi kerusuhan antara kelompok Hindu dan Muslim Mumbai dimana setidaknya 11 orang terbunuh.
10 Tahun setelah itu, terjadi lagi kasus pembakaran kereta api Godhra tahun 2002 di mana orang Hindu dibakar hidup-hidup oleh orang-orang Muslim menyebabkan kerusuhan di Gujarat. Banyak umat Islam terbunuh. Menurut jumlah korban gugur yang diberikan kepada parlemen pada tanggal 11 Mei 2005 oleh pemerintah United Progressive Alliance , 790 Muslim dan 254 orang Hindu terbunuh, dan 2.548 lainnya cedera. Ada 223 orang yang hilang. Menurut Congressional Research Service , sampai 2000 orang terbunuh dalam kekerasan tersebut.
Baca: Kebencian terhadap Muslim Meningkat, Pria Muslim India Dibakar Hidup-hidup
Tahun 2017-2018, kekerasan kepada minoritas Muslim kembali marak, di mana kelompok Hindu menyerang orang-orang Muslim karena dituding melakukan pembantaian sapi.
Sebagaimana diketahui, penduduk memeluk Islam di India hanya 14 persen dari jumlah keseluruhan warga sekitar 1,3 miliar. Sedangkan warga Hindu merupakan mayoritas mencapai 80 persen.
Analisis Pew Research Center terhadap 198 negara telah menempatkan India sebagai yang terburuk keempat di dunia karena intoleransi agama.
Yang paling meresahkan, serangan semakin gencar setelah Partai Bharatiya Janata (PBJ) beraliran Hindu nasionalis berkuasa mulai 2014. Partai ini ditengarai telah terlibat dalam banyak insiden kekerasan agama, terutama terhadap umat Islam.*