Hidayatullah.com–Warga Uighur dan anggota kelompok etnis minoritas lainnya di China melakukan protes di luar markas besar PBB di New York untuk menyerukan PBB agar segera menyelesaikan pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan pemerintah China terhadap muslim Uighur
Dilansir dari NHK World, ada hari Selasa (18/09/2018), etnis Uighur dan warga Tibet yang tinggal di Amerika Serikat berkumpul di depan gedung PBB, di mana Majelis Umum tahunan dimulai. Pemimpin lebih dari 120 negara anggota menghadiri pertemuan tersebut. Para pengunjuk rasa mengatakan etnis minoritas di China harus diberikan kebebasan.
Rabiya Kadeer, Pemimpin Khusus Kongres Uighur se Dunia (WUC) dan kini tinggal di pengasingan di AS, mengatakan Pemerintah Komunis China telah memisahkan banyak orang Uighur dari keluarga mereka dan menempatkan mereka di kamp konsentrasi.
Baca: Ibu Pemimpin Uighur di Pengasingan Meninggal di Kamp Indoktrinasi Politik China
Dia meminta PBB untuk membantu menutup fasilitas tersebut dan membebaskan yang ditahan.
Pemerintah AS telah menyatakan keprihatinan besar atas penahanan massal pemerintah Tiongkok terhadap warga Uighur di Daerah Otonomi Uighur Xinjiang.
Baca: Saya Muslim Uighur yang Melarikan Diri dari Aksi Brutal China
Pemerintah China mengatakan tuduhan itu tidak terbukti dan kritiknya tidak bertanggung jawab.
Salah satu pengunjuk rasa yang mengaku berasal dari daerah otonom mengatakan pemerintah China memaksa orang Uighur untuk berbicara bahasa China dan meninggalkan keyakinan Muslim mereka.
Dia mengatakan dia berharap bahwa para pemimpin dunia berkumpul di PBB akan menjadi sadar akan pelanggaran hak asasi manusia yang serius dan menyelesaikan masalah ini.*/Sirajuddin Muslim