Hidayatullah.com—Polisi hari Senin (1/10/2018) mengatakan bahwa mereka membuka kembali kasus pemerkosaan yang dituduhkan terhadap Cristiano Ronaldo. Pengacara dari bintang sepakbola asal Portugal itu mengancam akan menggugat sebuah majalah Jerman yang mempublikasikan tuduhan pemerkosaan tersebut.
Cristiano Ronaldo saat ini sedang digugat di Amerika Serikat oleh seorang wanita yang mengklaim bahwa pesepakbola itu pada tahun 2009 pernah memperkosanya.
Warga negara AS Kathryn Mayorga mengatakan bahwa Ronaldo telah memperkosanya berulang kali di sebuah hotel di Las Vegas sementara dirinya berteriak tidak, menolak tindakan seksual yang dilakukan pesepakbola ternama itu. Gugatan tersebut dimasukkan ke pengadilan di Clark County, Nevada, pada hari Jumat (28/9/2019).
Ronaldo membantah telah melakukan serangan seksual itu dan menyebut tuduhan tersebut sebagai “fake news”. Para pengacara Ronaldo hari Jumat mengatakan akan menggugat majalah Der Spiegel yang pertama kali mempublikasikan tudingan Mayorga, lapor DW.
Kepolisian Las Vegas, Amerika Serikat, mengatakan bahwa mereka mengkaji tuduhan-tuduhan itu dan telah membuka kembali investigasi kasus tersebut.
Peraih gelar World Player of the Year lima kali itu membantah tuduhan pemerkosaan dan bersikeras mengatakan bahwa hubungan seksual yang terjadi merupakan tindakan suka sama suka.
Pengacara Mayorga sekarang mempertanyakan validitas kesepakatan di luar pengadilan yang dibuat di Nevada, di mana kabarnya Ronaldo membayar $375.000 kepada Mayorga agar tutup mulut.
Menurut laporan Der Spiegel, kasus itu dibangun berdasarkan sebuah dokumen berisi paparan Ronaldo tentang apa yang terjadi pada 12 Juni 2009. Dalam dokumen itu tertulis bahwa Ronaldo dikutip berkata “dia [wanita itu] berkata ‘tidak’ dan ‘stop’ berulang kali.”
Kasus itu terjadi ketika Ronaldo –yang sekarang bermain untuk klub Italia Juventus– masih dikontrak klub sepakbola Spanyol, Real Madrid. Mayorga kabarnya diperkosa setelah menghadiri sebuah pesta di mana di sana ada Ronaldo, yang kala itu sedang berlibur bersama sepupu dan iparnya di Las Vegas.
Cristiano Ronaldo belum memberikan pernyataan resmi apapun perihal kasus ini. Namun, pada hari Sabtu (29/9/2019) dia muncul di video di Instagram.
“Fake news. Mereka ingin mempromosikan namanya dengan mencatut nama saya. Itu biasa,” ujarnya. “Dengan menyebut nama saya mereka ingin menjadi terkenal. Namun, jika itu memang bagian dari pekerjaan, saya senang-senang saja, dan itu semua baik.”*