Hidayatullah.com—Pentagon berencana akan memindahkan sekitar belasan tahanan dari penjara Guantanamo sedikitnya ke dua negara yang bersedia menampung mereka, kata seorang pejabat Amerika Serikat hari Rabu (30/3/2016), lapor kantor berita Reuters.
Pemindahan pertama direncanakan dilakukan dalam beberapa hari mendatang, lainnya menyusul di pekan-pekan kemudian, kata pejabat yang berbicara tanpa bersedia diungkap identitasnya itu.
Saat ini masih ada 91 orang yang dikurung oleh Amerika Serikat di penjara yang terletak di kawasan Teluk Guantanamo di wilayah Kuba itu. Kebanyakan dari mereka dijeblokan ke penjara itu tanpa tuduhan yang jelas dan tidak pernah didakwa dengan tuduhan apapun dan tidak pernah diajukan ke pengadilan selama lebih dari 10 tahun, sehingga mendatangkan kecaman internasional atas Amerika Serikat.
Pejabat itu juga mengatakan bahwa Departemen Pertahanan AS alias Pentagon telah memberitahukan Kongres AS perihal rencana pemindahan sekitar 37 tahanan yang sudah dinyatakan “bersih” ke negara asal mereka atau negara lain yang bersedia menampungnya.
Pejabat-pejabat AS mengatakan mereka berharap bisa memindahkan semua tahanan dari kelompok itu sebelum musim panas tahun ini.
Termasuk tahanan yang akan segera dipindah adalah Tariq Ba Odah, seorang pria Yaman yang lama melakukan aksi mogok makan dan telah kehilangan sekitar 74 pon dari 148 pon berat badannya. Dia termasuk tahanan yang diberi makanan secara paksa melalui lubang hidungnya oleh penjaga penjara Guantanamo
Para pengacara Ba Odah, yang sebenarnya telah dinyatakan “bersih” pada tahun 2009, berusaha berulang kali untuk mengeluarkannya dari penjara Guantanamo dengan alasan kesehatan dan kemanusian. Namun, Pentagon selalu menolak dengan alasan dia mendapatkan perawatan yang layak di sana.
Sebelumnya pada bulan Januari, 10 orang pria Yaman sudah dikirim ke Oman. Lainnya belum lama ini dikirim ke Ghana, Bosnia dan Montenegro. Pemerintah Obama tidak mau mengirimkan orang-orang Yaman itu kembali ke negara asalnya, dengan alasan negara mereka sedang mengalami perang saudara dan terdapat cabang Al-Qaidah yang aktif di sana.*