Hidayatullah.com—Sejumlah negara dan perusahaan besar menyatakan batal hadiri dalam konferensi investasi atau KTT investasi Arab Saudi.
Dalam keterangan rersmi pemerintah Selandia Baru, dikutip dari Reuters, pemerintahan Selandia Baru mengutuk aksi pembunuhan yang dilakukan terhadap jurnalis Jamal Khashoggi yang terjadi di konsulat Arab, di Istanbul, 2 Oktober lalu.
Menteri Perdagangan Selandia Baru David Parker mengatakan tidak akan ada satupun pejabat negerinya yang akan berkunjung ke jazirah Arab untuk forum investasi yang akan dilangsungkan. Pertemuan yang kerap disebut sebagai Davos di padang pasir.
KTT investasi Arab Saudi yang bakal dilaksanakan di Riyadh atau ‘Davos in the Desert’ biasanya menarik eksekutif dari beberapa perusahaan dan organisasi media terbesar di dunia.
Tetapi, pembatalan dari beberapa perusahaan untuk menghadiri acara tersebut dinilai adalah sebuah aksi untuk mengungkapkan keprihatinan mereka atas hilangnya Jamal Khashoggi.
Tak hanya Negara peserta, media asing juga menarik diri dari acara.
CNN, Financial Times, New York Times, CNBC dan Bloomberg telah menarik diri dari konferensi tersebut.
Jaringan Bisnis Fox, outlet berita Barat yang masih mengarah ke konferensi, mengatakan pada Reuters seminggu sebelumnya, pada Ahad (14/10/2018), pihaknya sedang meninjau kembali keputusannya untuk hadir dalam konferensi yang diadakan Saudi tersebut.
Chief Executive Uber Technologies Inc Dara Khosrowshahi, CEO Viacom, Bob Bakish dan miliarder Steve Case, salah satu pendiri AOL, juga menyatakan jika mereka tidak akan menghadiri acara tersebut.
Sebelumnya, lebih dari 40 anggota parlemen AS menekan Presiden AS Donald Trump untuk menjatuhkan sanksi terhadap Arab Saudi atas pembunuhan Jamal Khashoggi. Tekanan internasional terutama dari negara Barat juga semakin menguat.
Sejumlah perwakilan negara juga menolak hadir KTT Investasi yang digelar Saudi, pada 23 Oktober 2018.
Seperti dilaporkan AFP, Menteri Keuangan AS, Steven Mnuchin, mengatakan dia tidak akan menghadiri konferensi investasi pekan depan di Arab Saudi karena penyelidikan berlanjut ke hilangnya jurnalis Jamal Khashoggi.
Tindakan serupa juga dilakukan Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde. Dia menyatakan tidak akan menghadiri konferensi investasi di Riyadh, karena kekhawatiran global atas lenyapnya seorang wartawan Saudi terus menguat.
Seorang juru bicara IMF mengatakan perjalanan yang direncanakan Lagarde ke Timur Tengah “sedang ditangguhkan”.
Pada Senin (15/10/2018), perusahaan teknologi Google Alphabet Inc bahkan sudah menyatakan batal hadir dalam konferensi investasi di Arab Saudi.
Google mengatakan bahwa Chief Executive Google, Cloud Diane Greene tidak jadi menghadiri acara Future Initiative Summit yang digelar di Riyadh, sejak tanggal 23 Oktober 2018 itu.
Baca: Raja Salman Bertemu Keluarga Jamal Khashoggi di Istana
Kerajaan Arab Saudi menyatakan jurnalis Jamal Khashoggi meninggal usai berkelahi dengan sejumlah orang di Kedutaan Arab Saudi di Turki.
Pernyataan yang dilansir oleh Kejaksaan Agung Arab ini, Sabtu (20/10/2018) waktu setempat, berbeda dengan keterangan Kerajaan yang menyebut Jamal telah keluar dari kedutaaan, pada 2 Oktober 2018.
Peristiwa perkelahian yang diklaim Saudi disebut menjadi penyebab kematian jurnalis dan kolumnis The Washington Post ini.
Pernyataan Kejagung Arab itu juga berlawanan dengan jawaban Putra Mahkota Mohammed bin Salman kepada Bloomberg. Ia mengatakan Khashoggi telah pergi dari kedutaaan sesaat setelah masuk.
“Setahu saya ia masuk dan keluar dalam beberapa menit atau sejam. Saya tidak yakin. Kami melakukan investigasi melalui Kementerian Luar Negeri untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi,” ujar Putra Mahkota.
Kerajaan telah memecat Deputi Kepala Badan Intelijen Ahmad bin Hassan Asiri dan penasehat senior Abdullah Al-Qahtani seiring mencuatnya kasus ini. Hal ini dibarengi dengan penahanan 16 pejabat lainnya.*