Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Tiga Negara Tetapkan Garda Revolusi Iran Kelompok Teroris

Ahmad
Terakhir diupdate: 25 Oktober 2018 05:41 5:41 am
Ahmad
Dipublikasikan 25 Oktober 2018 05:41
Bagikan
Pasukan Garda Revolusi
Bagikan

Hidayatullah.com– Amerika Serikat, Arab Saudi, dan Bahrain telah memasukkan Korps Garda Revolusioner Iran (IRGC), bersama dengan sembilan orang yang terafiliasi dengan kelompok Taliban Afghanistan, ke daftar “teroris”.

Menurut kantor berita Saudi, dikutip Anadolu, langkah ini merupakan “upaya kolektif untuk mengidentifikasi, menanggulangi, dan berbagi informasi terkait dengan jaringan pendanaan teroris dan aktivitas mereka oleh anggota Pusat Penargetan Pendanaan Teroris (TFTC)”.

Bahrain, Uni Emirat Arab, Kuwait, Oman, dan Qatar adalah anggota dari TFTC yang dikepalai oleh AS dan Arab Saudi dan didirikan pada Mei tahun lalu.

Riyadh juga mengikuti langkah Amerika Serikat dengan memasukkan komandan Pasukan IRGC Qasem Soleimani serta dua anak buahnya; Hamed Abdollahi dan Abdul Reza Shahlai dalam daftar hitam (blacklist) atau daftar tokoh yang dijatuhi sanksi.

Sementara Teheran menilai langkah Riyadh sebagai upaya mengalihkan perhatian dunia dari kasus pembunuhan Jamal Khashoggi, wartawan pengkritik rezim Riyadh.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Arab Saudi dalam keadaan yang tidak dapat dengan mudah keluar, para penguasa Saudi berusaha mengalihkan perhatian dunia dan kawasan dari (kasus) pembunuhan Jamal Khashoggi, jurnalis Saudi, di konsulat mereka di Turki,” kata Wakil Kepala Keamanan IRGC Brigadir Jenderal Esmail Kowsari di Teheran, seperti dikutip Mehr, Selasa (23/10/2018).

Baca: 10 Pasukan Garda Revolusi Iran Tewas dalam Serangan di Perbatasan 

Departemen Keuangan AS pada 2011 menuduh Soleimani, Abdollahi, dan Shahlai terkait dengan rencana untuk membunuh mantan duta besar Arab Saudi untuk Amerika Serikat Adel Al-Jubeir yang saat ini menjabat sebagai Menteri Luar Negeri Saudi. Ketiga tokoh itu juga dijatuhi sanksi oleh Washington.

Langkah Saudi untuk memberi sanksi kepada para pejabat Pasukan Quds muncul pada hari yang sama ketika AS, Saudi, dan lima negara Teluk lainnya mengumumkan bahwa mereka telah memasukkan beberapa orang Iran dalam daftar hitam. Orang-orang yang masuk daftar hitam tersebut dituduh terkait dengan kelompok Taliban Afghanistan yang memfasilitasi dukungan Iran untuk menyokong kelompok teroris.

Dua pejabat Pasukan Quds lainnya yang disebutkan dalam daftar hitam AS adalah Mohammad Ebrahim Owhadi dan Esmail Razavi.

Selain Washington dan Riyadh, negara-negara lain yang ikut menjatuhkan sanksi itu adalah Bahrain, Kuwait, Oman, Qatar, dan Uni Emirat Arab.

Baca: Pengadilan Kuwait Nyatakan Hizbullah Sel Teroris 

Departemen Keuangan AS mengatakan memasukkan tokoh-tokoh Iran dalam daftar hitam bertujuan untuk mengekspos dan mengganggu Taliban.

“Dan sponsornya, Iran, yang berusaha merusak keamanan pemerintah Afghanistan,” bunyi pernyataan departemen tersebut.

“Kami juga menargetkan sponsor utama Iran karena memberikan dukungan keuangan dan material kepada Taliban,” kata Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin.

“Ketentuan pelatihan militer, pembiayaan, dan senjata Iran kepada Taliban adalah contoh lain dari campur tangan regional dan dukungan terhadap terorisme.”

Baca: Bahrain Sebut Garda Revolusi Iran Biang Teror 

Mnuchin mengatakan dukungan Iran untuk Taliban melambangkan pengabaian total rezim untuk norma-norma internasional yang fundamental.

“Daftar hitam juga menargetkan anggota Taliban yang terlibat dalam serangan bunuh diri, dan kegiatan mematikan lainnya,” ujarnya, seperti dikutip RFE/RL, Rabu (24/10/2018).

Aset yang ditargetkan pada daftar hitam akan dibekukan di Amerika Serikat dan enam negara Teluk yang bergabung dalam sanksi.

Enam anggota senior Taliban Afghanistan dimasukkan dalam daftar hitam adalah Abdullah Samad Faroqui, Mohammad Daoud Muzzamil, Abdul Rahim Manan, Naim Barich, Sadr Ibrahim, dan Hafiz Majid.

Seorang pengusaha Pakistan, Abdul Aziz, juga dimasukkan dalam daftar hitam oleh  Departemen Keuangan AS.

“Sebagai seorang pedagang narkotika yang berbasis di Pakistan,” kata departemen tersebut. Dia dituduh mendirikan perusahaan internasional untuk melakukan operasi penyelundupan ilegal guna membiayai militan Taliban yang bermarkas di Pakistan, termasuk pimpinannya yang berbasis di Quetta.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:blacklistdaftar hitamGarda RevolusiiranIRGCKorps Garda Revolusioner Iransyiahteroris
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya KKT Investasi Arab di Tengah Boikot akibat Kasus Khashoggi
Tulisan selanjutnya Erdogan Belasungkawa, Turki Sebut Isu Khashoggi tak Hanya Urusan Riyadh dan Ankara

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Iran Lancarkan Serangan Balasan ke Pangkalan Militer AS di Timur Tengah, Ketegangan Regional Memanas

Berita
13 Juli 2026 16:30
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?