Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Daratan Belanda Cepat Tenggelam Akibat Perubahan Iklim

Ama Farah
Terakhir diupdate: 23 November 2018 21:02 9:02 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 24 November 2018 08:01
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Perubahan iklim memainkan peran penting dalam percepatan penenggelaman wilayah daratan negara Belanda lebih dari dugaan selama ini, kata para peneliti.

Sebuah tim dari Delft University of Technology membuat kesimpulan setelah mempublikasikan angka penyurutan tanah secara nasional itu untuk pertama kalinya.

Mereka menggunakan data GPS dan radar serta perangkat pengukuran gravitasi untuk membuat peta daerah mana saja yang tanahnya mengalami penyurutan.

Hasil pengukuran menunjukkan, contohnya, kota Gouda di bagian barat rata-rata setiap tahun tenggelam 3 milimeter.

“Kami sudah memompa air selama 400 tahun untuk pertanian dan memelihara hewan ternak di daratan kering, dan akibatnya tanah menjadi turun hingga di bawah permukaan laut,” kata Ramón Hanssen, profesor geodesi dan observasi bumi dari universitas itu kepada koran terkemuka Spanyol El Pais seperti dilansir Euronews Kamis (22/11/2018).

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Kami sebelumnya sudah mengetahui hal ini, tetapi dengan peta baru ini kami dapat melihat jelas bahwa bagian barat negeri ini, yang terbentuk dari tanah lempung dan gambut, jenis lahan yang terakhir itu menghilang akibat pengambilan air tanah secara terus-menerus dalam periode yang lama, tanah itu teroksidasi ketika kontak dengan udara dan mengeluarkan emisi CO2.”

“Apabila subsiden itu berlangsung dengan kecepatan seperti sekarang ini, itu artinya akhir dari lansekap yang menjadi ciri khas Belanda berupa padang rumput luas, sapi-sapi dan kincir angin atau akan mengakibatkan kerusakan besar pada bagian pusat-pusat kota yang bersejarah,” papar Hanssen.

Universitas itu juga mengatakan bahwa cuaca kering belakangan ini ikut mempercepat proses subsiden tanah.

Badan Asesmen Lingkungan Hidup Belanda memperkirakan subsiden tanah yang terjadi di negeri kincir angin itu akan menimbulkan kerugian €22 miliar pada tahun 2050.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Koneksi Sering Putus Operator Ponsel Ghana Didenda Jutaan Dolar
Tulisan selanjutnya Swiss Akan Gelar Referendum Selamatkan Tanduk Sapi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang

Berita
18 Juli 2026 11:26
SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah

Terbaru

  • AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota
  • Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah
  • Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam
  • Kelompok Houthi Nyatakan Blokade Laut terhadap Arab Saudi
  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?