Hidayatullah.com—Pengadilan di Dusseldorf hari Senin (10/12/2018) menyatakan bahwa seorang pria warga negara Jerman berusia 37 tahun bersalah ikut berperang bersama kelompok Taliban di Afghanistan dan menjatuhinya hukuman penjara 6 tahun.
Thomas K, warga Jerman kelahiran Polandia yang dibesarkan di daerah Worms di negara bagian Rheinland-Pfalz , ditangkap oleh pasukan khusus Amerika Serikat dan Jerman di bagian selatan Afghanistan pada bulan Februari. Dia dibawa ke Jerman pada bulan April.
Thomas K, yang tidak dapat disebutkan identitas lengkapnya berdasarkan protokol media yang berlaku di Jerman, juga didakwa dengan tuduhan percobaan pembunuhan karena menembakkan granat mortar ke sebuah kamp militer Afghanistan. Namun, Pengadilan Tinggi Distrik Dusseldorf menyatakan dakwaan itu tidak terpenuhi, lansir DW.
Sebelum pembacaan vonis, terdakwa mengakui bahwa dirinya bepergian ke Pakistan pada tahun 2012 dan ikut bertempur bersama Taliban selama lima tahun. Jaksa penuntut dalam persidangan menuding terdakwa menjadi anggota “Uni Merah” Taliban, yang spesialisasinya melakukan serangan bunuh diri. Di unit itu, dia bertugas melakukan pengintaian terhadap target-tergetnya dan membuat bom.
Terdakwa, yang mengatakan dirinya memeluk agama Islam pada usia 17 tahun setelah kematian ayahnya, juga mengaku mengidap “schizophrenia” dan kerap mengalami depresi. Namun, pakar-pakar kejiwaan mengatakan bahwa masalah kejiwaannya itu tidak menyusutkan kemampuannya untuk melakukan tindak kriminal.
Proses persidangan itu, yang dimulai pertengahan pertengahan Oktober, dikawal dengan penjagaan sangat ketat beberapa kilometer jaraknya dari gedung pengadilan.
Media Inggris BBC pada 1 Maret membuat laporan perihal penangkapan seorang warga Jerman yang ikut berperang bersama Taliban di wilayah Helmand, selatan Afghanistan. Kala itu identitasnya belum diketahui, tetapi orang tersebut menurut pihak berwenang Afghanistan mengaku sebagai warga negara Jerman dan berbicara bahasa Jerman, menyebut namanya sendiri Abdul Wadud dan sudah bersama dengan Taliban 8 tahun.*