Hidayatullah.com—Peter Cherif, yang dituduh membantu mengatur serangan kantor tabloid satir Charlie Hebdo tahun 2015, telah dideportasi dari Djibouti.
Dilansir DW, pihak berwenang Prancis hari Ahad (23/12/2018) membuat dakwaan awal terorisme atas Cherif, yang dituduh membantu aksi penembakan di kantor pusat tabloid Charlie Hebdo di Paris. Dia tiba di ibukota Prancis itu pada hari yang sama, setelah ditangkap di Djibouti pada 16 Desember. Kantor Kejaksaan Paris mengatakan Cherif dinyatakan sebagai tersangka setibanya di Bandara Charles de Gaulle.
Pihak berwenang mengatakan dia memainkan peran penting dalam serangan Januari 2015 yang menewaskan 12 orang serta seorang petugas kepolisian itu.
Peter Cherif alias Abu Hamza merupakan teman dekat dari Cherif Kouachi dan Said Kouachi, dua bersaudara yang melaksanakan serangan itu.
Peter Cherif dituduh memiliki hubungan dengan kelompok teroris.
Lewat Twitter Menteri Luar Negeri Christophe Castaner mengatakan bahwa Cherif buron dan keberhasilan penangkapannya berkat kerja bagus aparat Prancis dan komunikasi internasional.
Cherif pergi ke Iraq dan Suriah di awal tahun 2000-an dan berstatus buronan yang dicari-cari aparat hukum Prancis sejak tahun 2011.
Sehari setelah serangan di kantor Charlie Hebdo, seorang polisi wanita terbunuh di pinggiran Paris, sementara seorang pelaku penembakan lainnya menyandara orang di sebuah supermarket Yahudi, di mana empat orang tewas.
Semua pelaku serangan tewas ditembus peluru aparta, dalam sejumlah baku tembak.
Pada hari Jumat (21/12/2018), kejaksaan Prancis meminta agar 14 orang dihadapkan ke juri di persidangan dengan tuduhan terlibat dalam serangan-serangan tersebut.
Pihak berwenang mengatakan para pelaku menyatakan kesetiaannya pada ISIS alias Daesh.*