Hidayatullah.com—Kabut asap beracun menyelimuti ibukota Thailand, Bangkok, sehingga memaksa lebih dari 400 sekolah ditutup sampai akhir pekan, guna melindungi anak-anak dari bahayanya.
Dilansir BBC Rabu (30/1/2019), Bangkok saat ini mengalami tingkat polusi udara yang paling buruk yang disebabkan oleh partikel debu sangat halus yang dikenal sebagai PM2,5.
Asap kendaraan, debu dari proyek konstruksi, pembakaran lahan serta polusi dari pabrik-pabrik dituding sebagai penyebabnya.
Pihak berwenang berusaha menghalau kabut asap itu, tetapi sejauh ini belum berhasil. Pemerintah berusaha memicu kemunculan awan hujan , mengurangi kepadatan lalu lintas dan menyiram jalan-jalan, tetapi semua itu tidak memberikan pengaruh berarti terhadap perbaikan kualitas udara.
Orang-orang yang merayakan Tahun Baru Imlek pekan depan diminta tidak membakar dupa dan petasan serta kembang api.
Menurut proyek The World Air Quality Index (AQICN), indeks kualitas udara (AQI) kota Bangkok saat ini sekitar 170, yang artinya “tidak sehat”.
Meskipun demikian, AQI ibukota Thailand itu masih lebih rendah dibandingkan ibukota India, New Delhi, yang saat ini berkisar 390, termasuk kategori “berbahaya”.*