Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Bangladesh Tak Bisa Tampung Pengungsi Myanmar Lebih Banyak

Ama Farah
Terakhir diupdate: 1 Maret 2019 08:42 8:42 am
Ama Farah
Dipublikasikan 1 Maret 2019 08:42
Bagikan
Salah satu perahu pengungsi Rohingya.
Bagikan

Hidayatullah.com—Bangladesh mengatakan kepada Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa bahwa negaranya tidak dapat menampung lebih banyak lagi pengungsi asal Myanmar, sekitar 18 bulan setelah lebih dari 700.000 orang Rohingya menyeberang ke negara tetangga itu untuk menghindari kekejaman militer Myanmar.

“Saya dengan menyesal menyampaikan kepada dewan bahwa Bangladesh tidak lagi dalam posisi dapat menampung lebih banyak orang dari Myanmar,” kata Menteri Luar Negeri Bangladesh Shahidul Haque hari Kamis (28/2/2019) seperti dikutip Reuters.

Haque menuding Myanmar memberikan janji-janji kosong dan melakukan pendekatan yang justru merusak selama negosiasi-negosiasi soal pengembalian orang-orang Rohingya ke asalnya.

“Tak satupun orang Rohingya yang bersedia kembali ke Rakhine secara sukarela karena tidak adanya lingkungan yang kondusif di sana,” kata Haque.

Myanmar mengatakan bahwa pihaknya sudah siap menerima kembali kepulangan para pengungsi sejak bulan Januari, tetapi PBB mengatakan bahwa kondisi di negara itu belum memungkinakan untuk kepulangan mereka. Orang-orang Rohingya mengatakan mereka ingin memperoleh jaminan keselamatan dan pengakuan sebagai warga negara sebelum kembali ke kampung halamannya.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Lima belas negara anggota Dewan Keamanan PBB terbelah menjadi dua soal bagaimana menanggulangi krisis Rohingya. Negara-negara Barat bersikap berseberangan dengan Myanmar yang bersekutu dengan Rusia dan China.

Wakil Dubes AS untuk PBB Jonathan Cohen mengatakan, “Masyarakat internasional tidak dapat mengabaikan kamp pengungsi terbesar di dunia itu.”

Sementara Wakil Dubes China Wu Haitao mengatakan bahwa masalah tersebut utamanya adalah antara Myanmar dan tetangganya Bangladesh. Oleh karena itu, kedua negara tersebut yang seharusnya bergerak mencari solusi. Pendapat China itu diamini oleh Wakil Dubes Rusia Dmitry Polyanskiy.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Munas NU: Non-Muslim Bukan Kafir, Mereka Warga Negara
Tulisan selanjutnya Diduga Terlibat Pengrusakan, Ustadz JT dan Pengikutnya Jadi Tersangka

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI

Berita
14 Juli 2026 14:52
Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?