Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Keterlibatan Prancis Dalam Genosida di Rwanda akan Diselidiki

Ama Farah
Terakhir diupdate: 8 April 2019 08:34 8:34 am
Ama Farah
Dipublikasikan 8 April 2019 08:34
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Presiden Prancis Francois Macron telah menunjuk sebuah panel terdiri dari para pakar untuk mencari tahu tindakan negara itu semasa genosida di Rwanda 25 tahun silam.

Dilansir RFI hari Ahad (7/4/2019), Presiden Macron menyebut 7 April sebagai tanggal resmi peringatan Genosida Rwanda yang dimulai pada hari itu tahun 1994.

Pembantaian brutal selama 100 hari tersebut mengakibatkan hampir satu juta orang tewas, atau dimutilasi. Tidak hanya itu, pembataian mengakibatkan luka psikis bagi para penyintas baik di dalam Rwanda maupun mereka yang pergi meninggalkan negeri itu. Kebanyakan korban adalah suku Tutsi, tetapi ada pula orang Hutu yang terbunuh.

Prancis kala itu merupakan sekutu pemerintah Rwanda yang dipimpin oleh seorang presiden dari suku Hutu, Juvenal Habyarimana. Presiden brutal tersebut akhirnya tewas dalam kecelakaan pesawat terbang, yang dipandang banyak orang sebagai tebusan dosanya sebagai penyulut terjadinya pembantaian.

Guna menyelidiki keterlibatan negara Prancis dalam genosida itu, sebuah panel pakar akan diberikan akses ke sejumlah arsip terkait kebijakan presiden dan pemerintah dalam masalah Rwanda. Arsip tersebut selama ini ditutup rapat-rapat sebagai rahasia negara dan menurut konstitusi tidak boleh dibuka selama 25 tahun setelah kematian menteri atau presiden semasa dokumen-dokumen itu dibut. Francois Mitterand yang menjabat presiden Prancis ketika itu sudah wafat pada tahun 1996. Dengan demikian panel akan bisa mulai mengakses arsip dalam dua tahun mendatang, di tahun 2021.*

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab
Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya FPI Minta Aparat Profesional soal Penyerangan Rumah Simpatisannya di DIY
Tulisan selanjutnya Aher: Kampanye Prabowo-Sandi di GBK Terbesar dalam Sejarah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Jutaan Dolar Dana Nasabah Syariah HSBC Diduga Mengalir ke Perusahaan Senjata terkait ‘Israel’

Berita
20 Oktober 2026 13:59
Terus Langgar Gencatan Senjata, Serangan ‘Israel’ Bunuh 4 Warga Palestina
Makin Banyak Pemukim ‘Israel’ yang Hindari Wajib Militer, Jumlahnya Tembus 110.000
Sepakati ‘Badr’, Indonesia Perkuat Kerjasama Pertahanan dengan Turki, Qatar dan Pakistan
Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera

Terbaru

  • Terus Langgar Gencatan Senjata, Serangan ‘Israel’ Bunuh 4 Warga Palestina
  • Sepakati ‘Badr’, Indonesia Perkuat Kerjasama Pertahanan dengan Turki, Qatar dan Pakistan
  • Jelang Pemilu ‘Israel’, Trump Dukung Netanyahu Terpilih Kembali
  • Iran Sebut Puluhan Pesawat Maskapai Nasional Hancur dalam Serangan AS-Israel
  • Jutaan Dolar Dana Nasabah Syariah HSBC Diduga Mengalir ke Perusahaan Senjata terkait ‘Israel’
  • 60 Ribu Anak Palestina Jadi Yatim Akibat Perang Genosida Zionis ‘Israel’
  • Makin Banyak Pemukim ‘Israel’ yang Hindari Wajib Militer, Jumlahnya Tembus 110.000
  • 19 Orang Tewas Akibat Berdesakan saat Festival Hindu Durga Puja India
  • Halal Ditunda, Kepastian Dipertaruhkan?
  • Mesir Tegaskan Siap Bela Arab Saudi di Tengah Meningkatnya Serangan Houthi

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?