Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

UNHCR Desak Uni Eropa Berhenti Kirim Migran ke Libya

Ama Farah
Terakhir diupdate: 20 Mei 2019 19:04 7:04 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 20 Mei 2019 19:04
Bagikan
Perahu karet migran terapung-apung di Laut Mediterania.
Bagikan

Hidayatullah.com–Badan urusan pengungsi Perserikatan Bangsa-Bangsa UNHCR mendesak negara-negara Uni Eropa agar tidak mengirimkan balik para migran ke Libya.

Dilansir DW, kepala UNHCR di Jerman Dominik Bartsch dalam wawancara yang dimuat Welt Am Sonntag hari Ahad (19/5/2019) mendesak para pemimpin Eropa agar memastikan keselamatan para migran.

“Orang-orang yang diselamatkan oleh petugas penjaga pantai Libya di Laut Tengah seharusnya, dalam keadaan apapun, tidak dibawa kembali ke kamp-kamp detensi di Libya,” kata Bartsch. “Apapun kebijakan politik yang ada, termasuk dari UE, harus digunakan untuk mengakhiri penderitaan di kamp-kamp tersebut.”

Dia mengatakan memanasnya konflik di Libya berarti kamp-kamp tersebut semakin berbahaya bagi migran.

“Situasi kemanusiaan orang-orang di kamp-kamp itu sangat buruk. Kekurangan makanan, air dan banyak yang memerlukan perawatan medis segera. Ditambah lagi kamp-kamp detensi itu berada di ibukota Tripoli di mana terjadi baku-tembak antar kelompok-kelompok bersenjata.”

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Eropa sangat mengandalkan petugas penjaga pantai Libya untuk membantu menghalau perahu-perahu migran berlayar menuju Eropa. Pantai bagian barat Libya merupakan titik tolak para migran asal Afrika menuju ke Eropa lewat laut.

Bartsch juga mendesak agar negara-negara UE memperbolehkan kapal-kapal swasta yang menyelamatkan migran di Laut Mediterania untuk berlabuh dan menurunkan para migran.

Sebagaimana diketahui, kapal-kapal penyelamat migran yang terombang-ambing di laut menghadapi kesulitan hukum. Italia dan Malta, misalnya, menutup pelabuhan-pelabuhan mereka bagi kapal yang membawa migran yang mereka selamatkan dan menuduh mereka membantu para penyelundup manusia.

Hari Sabtu (18/5/2019), kelompok SeaWatch asal Jerman mengatakan sengaja melanggar hukum larangan memasuki perairan Italia dengan alasan kemanusiaan.

Sebuah kapal membawa 47 migran yang mengalami mabuk laut dan dehidrasi bergerak menuju Pulau Lampedusa di selatan Italia hari Sabtu malam. Italia bersumpah akan menghentikan kapal tersebut “dengan semua cara hukum.”*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Eks Komandan Jenderal Kopassus Dipolisikan atas Tuduhan Makar
Tulisan selanjutnya Meski Suka Koleksi Rakyat Swiss Setujui UU Kepemilikan Senjata Api Diperketat

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Saudi Jatuhkan 2 Drone dan 2 Misil Houthi

Berita
26 September 2026 16:18
KO Lawannya 12 Detik, Petarung UFC Ini Lafalkan Al-Fatihah di Hadapan Ribuan Penonton AS
Kompleks Makam Imam Al-Bukhari Kembali Dibuka Usai Renovasi Besar-Besaran
Pos Polisi Pakistan Dibom Sedikitnya 11 Nyawa Melayang
Pelatih Irlandia Menyebut Timnya Jengkel Harus Melawan ‘Israel’

Terbaru

  • Iran Klaim Tangkap Drone Bawah Laut Amerika di Selat Hormuz
  • Warga Maroko di Belasan Kota Gelar Demo Tolak Normalisasi Pemerintahnya dengan ‘Israel’
  • Drone ‘Israel’ Meledak, Tewaskan Dua Tentaranya Sendiri
  • Uganda Tangguhkan Kerja Sama Militer dengan Turki Terkait Ekstradisi Pengkritik Presiden Museveni
  • Presiden Brazil Teken Larangan Judi Online
  • Pemerintah Italia Setuju Larangan Burqa dan Niqab, Serta Pembatasan Siswa Asing
  • Pos Polisi Pakistan Dibom Sedikitnya 11 Nyawa Melayang
  • Orang Terkaya Afrika Bantu Pembangunan Jaringan Pipa BBM antara Ethiopia dan Djibouti
  • Patuhi Sanksi Amerika, UEA Larang Penerbangan Iran
  • Menentang Wajib Militer Para Pelajar Jerman Mogok Sekolah

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?