Hidayatullah.com—Mantan menteri kesehatan Kongo hari Sabtu (14/9/2019) ditahan berkaitan salah pengelolaan dana penanggulangan wabah Ebola, kata pihak kepolisian.
Oly Ilunga bertugas mengawasi penanganan wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo, yang paling mematikan kedua dalam sejarah, selama hampir satu tahun. Dia dilucuti dari tugas itu oleh presiden pada bulan Juli dan mengajukan pengunduran diri beberapa hari kemudian, lapor Reuters.
Awal bulan September ini, tim pengacaranya mengatakan bahwa dia ditanyai polisi tentang peran manajemennya dalam penanggulanagn wabah Ebola. Mereka membantah ada kesalahan yang dilakukan Ilunga.
Dalam sebuah pernyataan, Kepolisian Nasional RDK mengatakan Ilunga ditahan karena meyakini dia berencana menghindari hukum dengan pergi ke luar negeri.
“Malangnya, polisi menerima informasi tentang keraibannya dan terlihat berusaha menuju Kongo-Brazzaville,” kata jubir pers kepolisian, menunjuk negara tetangga Republik Kongo.
Mereka juga mengatakan bahwa Ilunga sudah ditempatkan dalam tahanan kepolisian dan akan dibawa ke kejaksaan pada tanggal 16 September.
Para pengacaranya menolak memberikan komentar, lapor Reuters.
Donor-donor asing memberikan lebih dari $150 juta dana untuk penanggulangan Ebola tahun lalu. Namun, Perserikatan Bangsa-Bangsa mengatakan diperlukan ratusan juta dolar lagi.
Wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo sejauh ini memakan korban jiwa 2.000 dan lebih dari seribu orang lainnya terinfeksi. Hanya wabah Ebola di Afrika Barat tahun 2013-2016 lebih mematikan dari apa yang sekarang dialami RDK yaitu dengan jumlah korban lebih dari 11.300 jiwa.*