Hidayatullah.com—Hamza bin Laden, putra mendiang pemimpin al-Qaeda Osama bin Laden, terbunuh dalam serangan kontraterorisme yang dilakukan Amerika Serikat, kata Presiden Donald Trump hari Sabtu (14/9/2019).
Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan Gedung Putih, Trump mengatakan operasi itu dilakukan di wilayah Afghanistan-Pakistan, tetapi dia tidak memberikan penjelasan lebih lanjut.
“Kehilangan Hamza bin Ladin tidak hanya menghilangkan kecakapan penting kepemimpinan al-Qa’ida dan hubungan simbolis kepada ayahnya, tetapi juga melemahkan aktivitas operasional penting kelompok tersebut,” kata Trump, menggunakan ejaan alternatif dalam penyebutan nama kelompok itu.
Seorang pejabat AS kepada Reuters mengatakan bahwa Hamza terbunuh enam bulan lalu di dekat perbatasan antara Afghanistan dan Pakistan. Trump diberitahu soal operasi tersebut kala itu.
Pemerintah AS berkeyakiinan Hamza berusia sekitar 30 tahun.
Sebelumnya pada 31 Juli Reuters memberitakan bahwa pejabat-pejabat AS berkeyakiinan Hamza sudah terbunuh. Namun, pernyataan dari Trump itu merupakan keterangan resmi pertama yang dikeluarkan Washington perihal putra Osama bin Laden tersebut.
Tidak jelas mengapa Gedung Putih memutuskan untuk mempublikasikan iinformasi tentang kematian Hamza beberapa bulan setelah dia dibunuh.
Departemen Luar Negeri AS dan Office of the Director of National Intelligence tidak merespon permintaan komentar yang diajukan Reuters.*