Hidayatullah.com—Taliban hari Ahad (15/9/2019) mencabut larangan yang mereka berlakukan atas International Committee of the Red Cross (ICRC) di Afghanistan dan memberikan jaminan keamanan kepada para stafnya yang melakukan kerja kemanusiaan di daerah-daerah yang dikontrolnya.
Para pemimpin Taliban memberlakukan larangan atas Komisi Palang Merah Internasional dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada bulan April, mengatakan bahwa kedua organisasi internasional itu melakukan “aktivitas-aktivitas mencurigakan” selama kampanye vaksin dan tidak mematuhi misi yang dinyatakannya.
“Al-Imarat al-Islamiyah memulihkan kembali jaminan keamanan bagi ICRC di Afghanistan dan menginstruksikan semua mujahidin agar memberikan jalan bagi ICRC untuk melakukan aktivitasnya dan memperhatikan keamanan para pekerja komite ini berikut perlengkapannya,” kata jubir Taliban Zabihullah Mujahid dalm sebuah pernyataan seperti dikutip Reuters.
Taliban menyebut dirinya sebagai Emirat Islam Afghanistan, dan jubirnya tidak menyebutkan WHO dalam pernyataan itu.
Menurut Reuters, baik ICRC maupun WHO di Kabul tidak memberikan komentar ketika ditanyai perihal pernyataan Taliban itu.
WHO melakukan kampanye vaksinasi di Afghanistan, salah satu di mana terjadi wabah polio. ICRC sudah memberikan pelayanan medis selama lebih dari 30 tahun di negara itu.
Organisasi-organisasi pemberi bantuan di Afghanistan menegaskan bahwa mereka tidak berpihak, termasuk ICRC yang senantiasa menyatakan netral dalam berbagai konflik bersenjata di dunia.
ICRC beroperasi di sejumlah daerah yang dikuasai Taliban dengan jaminan kemanan dan membantu mengumpulkan mayat-mayat dari kedua pihak yang bertempur setelah terjadi baku tembak antara militan dan pasukan pemerintah Afghanistan.
Taliban menguasai atau berusaha menguasai lebih dari setengah dari 410 wilayah distrik yang ada di Afghanistan.*