Hidayatullah.com—Pemerintah Somalia memanggil pulang duta besar yang ditempatkannya di Kenya, Mohamud Ahmed Nur Tarzan, dan menuding negara tetangganya itu mencampuri urusan politik dalam negerinya.
Dilansir BBC Senin (30/11/2020), Somalia juga meminta Dubes Kenya Lucas Tumbo agar angkat kaki dari negaranya “untuk konsultasi.”
Somalia menuding Kenya melakukan tekanan terhadap pemerintahan di Jubbaland untuk menolak kesepakatan elektoral yang disetujui pada 17 September, tentang pemilihan umum yang akan digelar bulan Desember.
“Pemerintah mengambil langkah ini demi kedaulatan negara setelah tampak Kenya dengan sengaja ikut campur dalam urusan domestik Somalia, khususnya Jubbaland,” kata Mohamed Ali Nur, sekretaris tetap Kementerian Luar Negeri Somalia, dalam sebuah pernyataan.
“Pemerintah menyatakan penyesalannya terhadap campur tangan Kenya yang terang-terangan dalam urusan internal dan politik Republik Federal Somalia yang berpotensi menjadi hambatan dalam stabilitas, keamanan dan pembangunan seluruh kawasan ini,” imbuh pernyataan itu.
Kenya memberikan dukungannya terhadap pemerintahan pimpinan Mohamed Islam yang lebih dikenal sebagai “Modabe” di Jubbaland, karena Kenya memiliki kepentingan keamanan dan regional sendiri.
Sebagaimana diketahui, Kenya mengirimkan pasukan militer untuk ambil bagian dalam African Union Mission to Somalia (Amisom) yang dikerahkan di Jubbaland, bersama dengan Ethiopia. Kenya ingin Jubbaland –wilayah Somalia yang berbatasan langsung dengan wilayah Kenya sepanjang 700 kilometer—menjadi zona penangkal masuknya kelompok bersenjata Al-Shabab ke wilayahnya.*