Hidayatullah.com–Jumlah perusahaan rintisan ‘unicorn’ milik swasta di China merupakan yang terbanyak di dunia dengan nilai bisnis melebihi $1 miliar, menurut sebuah laporan terbaru.
Dilansir BBC Selasa (22/10/2019), laporan Hurun Institute yang berbasis di China menyebutkan bahwa di negara tirai bambu itu terdapat 206 unicorn sementara di AS 203. Bersama-sama kedua negara itu menjadi rumah bagi lebih dari 80% unicorn yang ada di dunia.
Perusahaan pembayaran asal China, Ant Financial, memiliki valuasi bisnis tertinggi yaitu $150 miliar. Didirikan tahun 2014, bisnis utama yang digarap Ant Financial adalah platform pembayaran online Alipay, yang merupakan pecahan dari raksasa perdagangan online Alibaba.
Perusahaan China ByteDance menempati peringkat kedua dengan valuasi sekitar $75 miliar. Perusahaan teknologi itu merupakan pemilik aplikasi TikTok.
Perusahaan taksi online Didi Chuxing berada di peringkat ketiga dengan nilai bisnis sekitar $55 miliar.
Sementara itu perusahaan unggulan AS Airbnb (sewa penginapan), WeWork (sewa ruang kerja) dan pembuat rokok elektrik Juul, masuk 10 besar unicorn dengan taksiran nilai bisnis terbesar di dunia.*