Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Keluarga Korban Pembantaian Bosnia Kecewa Pemberian Hadiah Nobel Peter Handke

Ahmad
Terakhir diupdate: 25 Oktober 2019 15:53 3:53 pm
Ahmad
Dipublikasikan 25 Oktober 2019 15:53
Bagikan
Peter Handke
Bagikan

Hidayatullah.com-Keluarga dan kerabat korban Perang Bosnia mengecam pohak The Swedish Academy karena memberikan anugerah Nobel Sastra 2019 kepada Peter Handke.

Handke menerima penghargaan bergengsi Nobel pada awal Oktober, karena dinilai karyanya memuat kecerdikan linguistik dan mengeksplorasi batas dan kekhasan pengalaman manusia.

Asosiasi korban perang yang beroperasi di Bosnia dan Herzegovina pun mengirim surat kecaman ke Swedish Academy pada Rabu.

“Alasan Swedish Academy memberikan Nobel ke Handke sangat buruk,” ujar Hotic dari Mothers of Srebrenica Association dikutip Anadolu Agency.

The Swedish Academy menegaskan bahwa karya sastra penulis terpisah dari pandangan politiknya.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Akademi itu kehilangan kredibilitasnya. Keputusan itu sangat menyakiti kerabat korban,” kata Fikret Grabovic, presiden Asosiasi Keluarga Anak-Anak yang Dibunuh dalam Perang.

“Saya tak menyangka saya bisa merasa muak hanya karena Nobel,” kata Perdana Menteri Albania Edi Rama via Twitter.

Sementara Presiden Kosovo Hashim Thaci mengkritik keputusan Swedish Academy yang menurutnya membuka luka lama keluarga korban.

Mehmet Kraja, Presiden Akademi Seni dan Sains Kosovo menulis di laman The Washington Post, berjudul “Why was a Nobel Prize awarded to a man who celebrated a war criminal?”.

Dalam tulisannya ia mengatakan, “Ketika Komite Nobel bertanya kepada publik di Twitter apakah mereka telah membaca karya-karya penulis Austria Peter Handke, salah satu pemenang Hadiah Nobel 2019 dalam sastra, seorang lelaki Bosnia, Emir Suljagic, menjawab: “Tidak, kami sibuk mencari keluarga dan teman kami yang terkubur di kuburan massal yang ia tolak.”

Menurutnya, masyarakat Balkan, yang masih belum pulih dari satu dekade perang, masih belum memiliki catatan yang jelas tentang semua korban yang dibantai Slobodan Milosevic, diktator Serbia yang kebijakannya telah didukung dan disahkan Handke secara terbuka.

“Di belahan dunia kita, sekitar 150.000 orang, terutama warga sipil Bosnia dan Albania Kosovo, kehilangan hidup dalam perang yang tidak masuk akal yang membawa kenangan tentang Holocaust dan Abad Kegelapan kembali ke Eropa.”

Bahkan sampai hari ini, ada keluarga yang masih memegang selembar kain, arloji berlumpur atau foto buram untuk mencari orang yang mereka cintai. Dua dekade setelah perang, ada ibu dan ayah, istri, saudara perempuan, putra dan putri yang menghabiskan setiap malam berharap ada ketukan di pintu yang akan membawa mereka berita tentang suami mereka yang hilang atau putra mereka yang diculik.

Berjam-jam masih dihabiskan oleh terlalu banyak keluarga di lorong-lorong klinik forensik, menunggu kecocokan DNA sehingga mereka setidaknya dapat memiliki kuburan yang sebenarnya untuk diratapi.

Ada seluruh generasi yang tidak pernah dapat mencapai potensi penuh mereka karena mereka dikeluarkan dari pekerjaan mereka dan diusir dari rumah mereka dalam kampanye pembersihan etnis yang dipimpin oleh Milosevic, tetapi bagi Handke, semua ini tidak penting.

“Saya tidak tahu yang sebenarnya. Tapi saya melihat. Saya mendengarkan. Saya merasa. Saya ingat. Inilah sebabnya saya ada di sini hari ini, dekat dengan Yugoslavia, dekat dengan Serbia, dekat dengan Slobodan Milosevic,” katanya dalam pidatonya di Pemakaman Milosevic. Dia melakukannya setelah pertama kali menyatakan penentangannya terhadap kampanye udara NATO pada pasukan Serbia yang bertujuan menghentikan perang brutal di Kosovo Dalam sebuah wawancara, Handke mengklaim bahwa aliansi itu tidak mencegah Auschwitz baru, tetapi menciptakan yang baru.

Handke dikenal sebagai pengagum berat mantan pemimpin Serbia Slobodan Milosevic, yang meninggal di pengadilan internasional di Den Haag ketika diadili karena kejahatan perang dan genosida.

“Saya di sini untuk Yugoslavia, untuk Serbia, dan untuk Slobodan Milosevic,” ujar Handke ketika menghadiri pemakaman Milosevic pada 2006.

Handke mengatakan, Muslim Bosnia di Sarajevo yang dibantai itu hanya bunuh diri, kemudian mengklaim Serbia sebagai pelakunya.
Handke juga mengungkapkan ketidakpercayaannya bahwa Serbia melakukan genosida di Srebrenica.

Tahun 2019, Handke justru diberi hadiah Nobel dan menerima 9 juta kronor Swedia (USD952.000) beserta medali.

Sekadar catatan, selama April 1992 – Desember 1995, sekitar 100.000 orang tewas dibunuh dan 2,2 juta jiwa mengungsi dari Bosnia. Tak hanya itu, sekitar 50.000 perempuan diperkosa dalam tragedi tersebut.

Perang Bosnia dipicu oleh pecahnya Yugoslavia yang mendorong Bosnia mendeklarasikan kemerdekaannya pada Februari 1992.
Ibu kotanya, Sarajevo, diserang oleh milisi Serbia Bosnia – yang didukung oleh tentara Yugoslavia – dalam “pengepungan terlama” sepanjang sejarah modern.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:bosniagenosidaperang bosniaPeter HandkeSarajevoserbiaSlobodan MiloševićYugoslavia
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya China Memiliki Perusahaan Rintisan ‘Unicorn’ Terbanyak Sedunia
Tulisan selanjutnya Politisi Senior Amerika Serikat: App TikTok Membahayakan Keamanan Negara

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran

Berita
30 Mei 2026 10:28
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli

Terbaru

  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?