Hidayatullah.com–Sebuah pembangkit listrik bertenaga nuklir (PLTN) berusia 47 tahun milik Swiss sejak hari Jumat (20/12/2019) ditutup permanen.
Pembangkit nuklir Mühleberg, dekat kota Bern, merupakan yang pertama dari lima PLTN yang dimiliki Swiss yang akan diberhentikan operasionalnya.
PLTN Mühleberg secara resmi dimatikan pada hari Jumat pukul 12:30 waktu Swiss ketika batang kendali terakhir yang berada di antara elemen-elemen bahan bakar dilepas. Tindakan itu menyebabkan reaksi berantai terhenti dan men-deaktivasi reaktor. Pelepasan itu dilakukan dalam waktu tiga detik.
Reaktor Mühleberg beroperasi sejak tahun 1972 dan memasok 5% kebutuhan listrik Swiss. BKW, operator dari Mühleberg, memutuskan
menutup PLTN itu pada 2013 dengan alasan bisnis.
Hari Jumat CEO BKW Suzane Thoma menjelaskan bahwa perusahaan siap secara organisasi maupun finansial ketika memulai proyek PLTN itu 50 tahun silam, dan reaktor itu dirancang untuk dapat memenuhi kebutuhan listrik wilayah Bern selama lebih dari 100 tahun.
Namun, “perusahaan harus menjawab pertanyaan apakah bersedia menginvestasikan uang tiga digit juta (ratusan juta) untuk operasi jangka panjang,” kata Thoma. “Kami mencapai kesimpulan untuk tidak menanamkan modal lagi ke PLTN Mühleberg.”
Pembangkit listrik nuklir itu akan rampung dihentikan sama sekali oleh 200 orang pekerja dalam kurun 15 tahun, mulai 6 Januari 2020. Setelah itu bangunan utamanya akan siap untuk dilucuti, didekontaminasi, dan dikemas material-materialnya yang mengandung radioaktif.
Pada tahun 2024, semua batang bahan bakar nuklirnya akan dipindahkan ke fasilitas pusat penyimpanan sampah-sampah radioaktif tingkat tinggi yang terletak di Würenlingen, bagian utara Swiss.
BKW mengatakan radioaktif akan dibersihkan dari lokasi reaktor Mühleberg pada tahun 2031. Diperkirakan biaya untuk melucuti keseluruhan fasilitas nuklir dan menangani sampah radioaktifnya mencapai CHF1,4 miliar.
“Kami akan senang apabila dapat mengoperasikan PLTN itu sedikit lebih lama,” kata seorang pekerja seperti dikutip Euronews.*