Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Montenegro Bikin UU Gereja yang Protes Orang Serbia, Kenapa?

Ama Farah
Terakhir diupdate: 30 Desember 2019 21:28 9:28 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 30 Desember 2019 21:28
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Ratusan pengunjuk rasa berkumpul di depan gedung Kedutaan Montenegro hari Jumat malam (27/12/2019), setelah Montenegro meloloskan undang-undang keagamaan yang dianggap kontriversial beberapa jam sebelumnya.

Gereja Orthodoks Serbia mengatakan UU itu dapat melucuti gereja dari properti yang dimilikinya, termasuk biara-biara dan gereja-gereja peninggalan abad pertengahan.

Anggota patlemen Montenegro yang pro-Serbia hari Jumat ditangkap karena mereka berusaha menjegal pemungutan suara untuk meloloskan legislasi itu.

Mereka melemparkan gas-gas air mata atau petasan dan juga berusaha merusak mikrofon-mikrofon di ruang sidang parlemen.

Polisi-polisi tidak berseragam sambil mengenakan masker gas menerobos masuk, lalu menangkap 22 orang termasuk 17 anggota legislatif dari oposisi.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Semua kecuali tiga dari mereka pada akhirnya dilepas. Tiga orang yang masih ditahan merupakan tersangka penyerangan terhadap ketua parlemen dan berusaha menghalangi ketua itu dari menjalankan tugasnya, kata polisi.

Dua dari anggota parlemen yang ditangkap adalah Andrija Mandic dan Ivan Knezevic. Keduanya pada bulan Mei dihukum penjara lima tahun karena ambil bagian dalam percobaan kudeta tahun 2016 terhadap perdana menteri Montenegro kala itu dan presiden Montenegro saat ini, Milo Djukanovic. Percobaan kudeta itu konon didukung Rusia, sedangkan Djukanovic adalah politisi pro- Barat (Amerika Serikat dan sekutunya). Kedua politisi itu masih bebas berkeliaran sebab kasus mereka menunggu proses banding.

“Kami siap untuk mati demi gereja kami, dan itulah yang sedang kami tunjukkan malam ini,” kata Mandic saat sesi perdebatan sengit di parlemen seperti dilansir Associated Press.

RUU itu akhirnya disetujui dengan suara dukungan dari 45 politisi partai koalisi pemerintah.

Peraturan baru itu menyebutkan komunitas-komunitas keagamaan yang memiliki properti harus menunjukkan bukti kepemilikan mulai dari sebelum tahun 1918, ketika Montenegro meleburkan diri dengan sebuah negara kerajaan di Balkan pimpinan Serbia dan kehilangan independensinya.

Di Serbia, yang setelah perang di era 1990-an menjadi negara terbesar di antara negara bekas pecahan Yugoslavia, Presiden Aleksandar Vucic mengatakan bahwa dirinya khawatir dengan diloloskannya peraturan tersebut, tetapi dia berharap ketegangan aka mereda dan “tempat-tampat suci milik gereja kami akan dilestarikan.”

Vucic berjanji akan membantu gereja-gereja Serbia di Montenegro “tanpa membakar jembatan” alias konfrontasi.

Pada hari Jumat yang sama, perkelahian singkat terjadi di parlemen Serbia ketika anggota legislatif dari kalangan nasionalis mengusung spanduk-spanduk mengkritik apa yang mereka sebut sebagai kurangnya respon Serbia terhadap kejadian-kejadian di Montenegro.

Gereja Orthodoks Serbia di Montenegro menggambarkan peraturan baru itu sebagai “diskriminasi dan tidak konstitusional”.

Patriark Irinej, pemimpin gereja Serbia itu, mengatakan pihak-pihak berwenang Montenegro “harus segera menghentikan teror brutel terhadap gereja, para pendetanya dan jemaatnya.”

Penduduk negara kecil Montenegro yang hanya sekitar 620.000 jiwa kebanyakan adalah pemeluk Kristen Orthodoks dan gereja rujukan mereka adalah Gereja Orthodoks Serbia. Sementara Gereja Orthodoks Montenegro –yang terpisah– tidak mendapatkan pengakuan dari gereja-gereja Kristen Orthodoks lainnya.

Djukanovic menuding Gereja Orthodoks Serbia yang berad di Montenegro mempromosikan kebijakan pro-Serbia dan meremehkan kedaulatan negara itu sejak memisahkan diri dari Serbia pada tahun 2006.

Warga Montenegro sendiri terpisah pendapatnya apakah negara kecil di sekitar Laut Adriatik itu harus merekatkan dengan negara Serbia yang lebih besar dan kuat. Sekitar 30% penduduk Montenegro mengaku sebagai etnis Serbia dan banyak dari mereka yang menentang pemisahan diri Montenegro dari Serbia.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Gereja OrthodokskristenMontenegroserbia
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Badak Tertua di Dunia Mati di Tanzania dalam Usia 57 Tahun
Tulisan selanjutnya Muslim Anggota Navy SEAL Thailand Wafat akibat Infeksi Darah Setelah Penyelamatan di Gua

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Berita
3 Juni 2026 13:30
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?