Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Swiss Tetap Bekukan Aset Sepupu Assad

Ama Farah
Terakhir diupdate: 23 Juni 2015 13:52 1:52 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 23 Juni 2015 13:52
Bagikan
Rami Makhlouf, sepupu Bashar Al-Assad.
Bagikan

Hidayatullah.com—Aset keuangan milik salah satu orang terkaya di Suriah, sepupu dari Presiden Bashar Al-Assad, yang disimpan di Swiss tetap akan dibekukan, demikian keputusan Pengadilan Administrasi Federal Swiss dalam pernyataannya seperti dilansir AFP Senin (22/6/2015).

Pengadilan menolak permohonan milyuner Suriah, Rami Makhlouf, untuk membatalkan keputusan Swiss yang membekukan asetnya, dan mencairkan sejumlah uang yang disimpan di rekening-rekeningnya di Swiss.

Swiss mengatakan uang Makhlouf yang disimpan di bank di negaranya dipakai untuk mendanai rezim brutal Bassar Al-Assad.

Makhlouf diketahui memiliki 40 persen saham provider telekomunikasi seluler terbesar di Suriah, Syriatel. Asetnya yang berada di bank Swiss yang merupakan afiliasi dari bank asal Inggris, HSBC, diperkirakan mencapai $30 juta.

Dalam upaya membersihkan dirinya dari rezim berdarah Assad, Makhlouf menampakkan dirinya sebagai dermawan penyumbang dana utama sebuah yayasan anak yatim dan janda, dan dia mengatakan agar dipisahkan dari Syriatel.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Namun, otoritas Swiss berpendapat bahwa kontribusi Makhlouf kepada yayasan tersebut tidak membuktikan dia menjauhkan diri dari rezim teror sepupunya.

“Yang bersangkutan memiliki kepentingan pribadi terhadap rezim [Suriah] saat ini, jika dia ingin mempertahankan statusnya dan gaya hidupnya,” kata pengadilan.

Ini bukan kali pertama Makhlouf dan keluarganya menghadapi masalah di Swiss. Tahun 2013 pengadilan menolak aplikasi visa masuk saudara laki-lakinya, Hafez Makhlouf, yang menjabat sebagai kepala dinas rahasia Suriah.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Komnas HAM Menilai Ashin Wirathu Dan Myanmar Lakukan Tindakan Genoside
Tulisan selanjutnya Farid Okbah: Masyarakat Harus Protes MNC TV Yang Kampanyekan Mut’ah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Berita
4 Juni 2026 09:00
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?