Hidayatullah.com–Hasil survei terbaru menunjukkan rakyat Malaysia kurang puas dengan pemerintahan koalisi Pakatan Harapan dengan tokoh sentral Mahathir Mohamad dan Anwar Ibrahim.
Dilansir The Star, hari Ahad (5/1/2020) survei oleh Merdeka Center menunjukkan 61% warga yang disurvei meyakini pemerintah telah salah arah dan hanya 26% yang meyakini negara berada di jalan yang benar.
Masalah perekonomian merupakan kekhawatiran terbesar rakyat Malaysia, kemudian masalah kepemimpinan, selanjutnya isu-isu administrasi, politik dan rasial.
Survei juga menunjukkan pemilih dari ras China dan India lebih menyukai Presiden Partai Keadilan Rakyat (PKR) Anwar Ibrahim daripada PM Mahathir Mohamad.
Jajak pendapat preferensi publik terhadap Mahathir dan Anwar menunjukkan hanya 14% pemilih ras India dan 20% ras China yang menyatakan lebih memilih Mahathir pada November 2019.
Akan tetapi dukungan orang Melayu terhadap Mahathir menunjukkan kenaikan dari 42% pada Oktober 2018 menjadi 58% pada November 2019.
Laporan hasil survei bulan Juli 2019 mendapati dukungan orang India untuk Mahathir turun menjadi 69%, tetapi ada kenaikan 4% dukungan dari kalangan ras China pada periode yang sama.
Sayangnya, dukungan terhadap Mahathir dari kalangan China kemudian turun menjadi 22% pada bulan Oktober dan menjadi 20% pada bulan November 2019.
Di sisi lain, dukungan untuk Anwar dari orang China dan India meningkat, tetapi dukungan dari orang Melayu menurun.
Pada Oktober 2019 tampak dukungan orang India kepada Anwar melonjak menjadi 62% dari sebelumnya hanya 23% pada bulan Juli.
Pada periode yang sama, dukungan untuk Anwar dari peminatnya kalangan China naik dari 18% menjadi 58%.
Malangnya, popularitas Anwar melorot di kalangan pemilih Melayu pada tahun 2019, dari 31% di bulan Oktober 2018 menjadi hanya 13% di bulan November.*