Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

PM Valls: Ungkap Kasus Pedofilia yang Memalukan Gereja Prancis

Ama Farah
Terakhir diupdate: 16 Maret 2016 12:07 12:07 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 16 Maret 2016 12:06
Bagikan
Kardinal Philippe Barbarin memikul salib raksasa.
Bagikan

Hidayatullah.com—Perdana Menteri Prancis Manuel Valls hari Selasa (15/3/2016) mendesak seorang kardinal, yang dituduh menutup-nutupi kasus pelecehan seksual anak oleh rohaniwan gereja, “bertanggung jawab” dalam kasus yang sangat memalukan Gereja Prancis itu.

Kasus pelanggaran seksual oleh rohaniwan Katolik terungkap lagi di Prancis ketika pendeta Bernard Preynant didakwa pada bulan Januari lalu, setelah para korbannya mengadu bahwa dia telah mencabuli anak-anak anggota Pramuka antara tahun 1986 dan 1991.

Pihak kejaksaan mengatakan pendeta itu mengakui perbuatannya.

Para korban melaporkan sejumlah pejabat senior gereja ke keuskupan di Lyon, sebelah timur Prancis, termasuk Philippe Barbarin yang kala itu menjabat sebagai uskup agung di Lyon. Pejabat-pejabat Gereja Katolik itu dituduh diam saja meskipun mereka mengetahui terjadi pencabulan terhadap anak-anak oleh rohaniwan gereja.

Dilansir AFP, kepada stasiun televisi BFM Valls mengatakan bahwa tanpa bermaksud mengambil peran Gereja Katolik atau hakim yang menangani kasus-kasus itu, “Saya hanya ingin menyampaikan pesan … yaitu bahwa (Barbarin) harus bertanggung jawab, bicara dan bertindak.”

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Menanggapi hal itu, dalam sebuah konferensi pers Barbarin berkata, “Saya tidak pernah menutup-nutupi kasus pedofilia.”

Barbarin berdalih dia tidak menjabat sebagai uskup agung ketika muncul pengaduan pertama atas Preynant, yang sempat diberhentikan sementara dari tugasnya lalu dipindah ke paroki lain.

Tuduhan atas Preynant diadukan pertama kali ketika seorang korban –yang diduga dicabuli tahun 1980an– mengetahui pada tahun 2015 pendeta itu masih aktif di gereja. Korban-korban pencabulan oleh rohaniwan gereja lainnya kemudian bermunculan mengadukan kasusnya.

Barbarin mengatakan dia mengetahui “kelakuan” Preynant itu pada tahun 2007 atau 2008. Dan dia telah bertemu dengan pendeta itu untuk menanyakan apakah sejak 1991 ada hal-hal yang terjadi. “Dia meyakinkan saya bahwa sama sekali tidak terjadi apa-apa,” kata Barbarin.

“Sebagian kalangan menyalahkan saya karena mempercayainya … Ya, saya mempercayainya [ketika itu],” kata Barbarin dalam wawancara dengan koran Katolik Prancis La Croix.

Keusukupan kemudian melengserkan Preynant pada Mei 2015.

Vatikan, yang berdiri di belakang Barbarin, mengatakan bahwa pejabat gereja itu sudah “menunjukkan tanggung jawab luar biasa” dalam menangani masalah tersebut.

Namun, skandal itu menjadi pusat perhatian dalam pertemuan 120 uskup Prancis di Lourdes, selatan Prancis, seiring dengan kemunculan tuduhan-tuduhan baru atas Barbarin.

Seorang korban melayangkan gugatan baru atas Kardinal Barbarin, dengan mengatakan dia dicabuli ketika berusia 16 tahun oleh pendeta lainnya di Lyon yang ternyata masih aktif di gereja.

Korban itu, seorang pria yang sekarang berusia 42 tahun, pernah mengajukan gugatannya pada tahun 2009. Namun, kasusnya tidak dapat dilanjutkan di pengadilan karena sudah kadaluarsa menurut hukum.

Kepada koran ternama Le Figaro korban itu mengatakan bahwa dia pernah menemui Barbarin, yang mengakui bahwa pendeta yang terlibat itu bermasalah. Barbarin mengatakan kepadanya ketika itu bahwa pendeta itu telah dihukum penjara satu bulan pada tahun 2000 karena eksibisionisme (mempertontonkan alat kelaminnya kepada orang lain agar mendapat kepuasan seksual, red) dan telah meminta maaf.

Namun, bertahun-tahun kemudian ternyata pendeta bermasalah tersebut masih dibiarkan aktif di gereja.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Vatikan Menyetujui Pengkudusan Bunda Teresa
Tulisan selanjutnya Para Mahasiswa Harus Kenali Penyebaran Penyakit LGBT Sedini Mungkin

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Berita
3 Juni 2026 13:30
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha

Terbaru

  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?