Hidayatullah.com– Organisasi Kerjasama Islam (OKI) hari Ahad mengeluarkan pernyataan “penolakan total dan kecaman keras terhadap deklarasi Perdana Menteri Israel”.
“Deklarasi berbahaya ini secara sengaja merusak upaya internasional untuk mencapai perdamaian yang adil dan abadi… dan ini juga mendorong seluruh kawasan menuju kekerasan dan ketidakstabilan lebih lanjut,” demikian bunyi pernyataan bersama 57 negara anggota OKI yang disiarkan kantor berita Saudi, Senin (16/9).
Pernyataan ini disampaikan setelah pertemuan darurat tingkat menteri luar negeri anggota OKI yang diselenggarakan di Jeddah, Arab Saudi.
Sekretaris Jenderal Organisasi OKI, Yousef Ahmad al-Othaimeen, mengatakan ia sangat mengutuk tindakan dan rencana barbar Netanyahu, yang ia gambarkan sebagai upaya untuk mengubah identitas sejarah Palestina.
OKI juga mengatakan bahwa rencana agresif Yahudi ini melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB (DK PBB).
Pada saat yang sama, OKI juga meminta komunitas internasional untuk menghentikan kebijakan biadab ‘Israel’ yang menindas warga Palestina.
“Jika tidak ada jalan keluar untuk menyelesaikan masalah di Palestina, maka tidak ada harapan untuk perdamaian di Timur Tengah,” kata Yousef dikutip Anadolu.
Menteri Luar Negeri Saudi, Ibrahim Abdulaziz Al-Assaf, mengatakan rencana ‘Israel’ itu “batal demi hukum”.
Meskipun Arab menghadapi banyak tantangan, Al-Assaf mengatakan, perjuangan Palestina akan tetap menjadi penyebab utama bagi mereka.
Pada hari Selasa, Netanyahu berjanji dalam sebuah rapat umum bahwa jika ia memenangkan pemilihan umum, yang dijadwalkan 17 September, ia akan mencaplok wilayah Tepi Barat yang diduduki – termasuk utara Laut Mati dan Lembah Jordan.
Pengumuman Netanyahu menyebabkan kecaman dari negara-negara Muslim, termasuk Indonesia, Eropa dan Negara Barat lainnya.*