Hidayatullah.com- Polisi Anti-huruhara diturunkan di Teheran, ibu kota Iran hari ini Ahad (12/01/2020) untuk mengendalikan jalan-jalan negara untuk mengekang protes anti-pemerintah.
Ribuan demonstran menggelar protes di Teheran sampai larut malam, untuk mengekspresikan kemarahan mereka setelah pasukan Iran mengaku secara keliru menembak pesawat Ukraina.
Polisi menembakkan tembakan gas air mata ke ribuan warga Iran yang memenuhi jalan-jalan ibukota dan kota-kota lain, banyak dari mereka meneriakkan ‘kematian diktator’ dan menuntut agar pemimpin tinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei mengundurkan diri, kutip AFP.
Beberapa orang dilaporkan telah ditangkap.
Protes meletus setelah militer Iran mengakui telah menembak jatuh sebuah pesawat Ukraina dengan rudal setelah meninggalkan ibu kota Teheran pada hari Rabu.
Sebanyak 176 penumpang dan staf dari Ukraina International Airlines (UIA) tewas, kebanyakan dari mereka adalah warga negara Iran.
Seorang komandan Garda Revolusi Iran telah mengaku bertanggung jawab atas insiden penembakan tersebut.
Dia mengatakan petugas yang meluncurkan rudal itu mengira pesawat itu adalah rudal jelajah musuh.
Tragedi itu terjadi tak lama setelah Iran melancarkan serangan rudal terhadap dua pangkalan militer Irak yang menampung tentara Amerika.
Protes menyebar ke seluruh Iran sejak kemarin, termasuk kota-kota besar seperti Shiraz, Isfahan, Hamedan dan Orumiyeh.
Presiden AS Donald Trump, dalam sebuah catatan di Twitter, mengatakan: “Kami mengikuti protes Anda dengan hati-hati dan tersentuh oleh keberanian Anda. Tidak akan pernah ada lagi pembantaian demonstran damai, atau penutupan internet, “katanya.*