Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Anak-anak Korban Terbesar Konflik Suriah

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 21 Januari 2020 23:15 11:15 pm
Nashirul Haq
Dipublikasikan 21 Januari 2020 23:15
Bagikan
Anak-anak Suriah bermain di sebuah lapangan di kota Jaramana, tenggara Damaskus pada 20 Januari 2019. / AFP
Bagikan

Hidayatullah.com-Manusia manapun yang berhati nurani akan terguncang setelah mendengar tentang nasib generasi anak-anak Suriah yang dipaksa menghadapi masa mengerikan yang sulit dijelaskan dengan kata-kata.

Anak-anak memiliki tempat khusus di masyarakat manapun. Mereka harus dilindungi. Semua anak-anak memiliki hak untuk hidup bebas dari kekerasan, yang membahayakan pertumbuhan fisik dan mental mereka. Tidak ada satupun dari kita tumbuh menjadi pria atau wanita tanpa melalui masa yang indah tanpa beban yang disebut masa kanak-kanak.

Sayangnya, hampir sembilan tahun konflik di Suriah telah merampas masa kecil anak-anak laki-laki dan perempuan serta membuat mereka menjadi korban pelanggaran hak-hak mereka.

Dalam perang sipil Suriah, gadis-gadis semuda sembilan tahun telah diperkosa dan dipaksa menjadi budak seksual. Anak laki-laki disiksa, dipaksa mengikuti pelatihan militer dan diperintahkan untuk membunuh di depan publik. Anak-anak telah menjadi target tembakan sniper dan digunakan sebagai alat tawar untuk mengambil tebusan.

Fakta-fakta terbaru itu telah menjadi fokus laporan baru para penyelidik PBB dalam perang Suriah, yang untuk pertama kalinya hanya melihat nasib anak-anak yang terperangkap dalam konflik.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Kelompok itu, dikenal sebagai Komisi Penyelidikan untuk Suriah, telah meneliti dan mencatat pelanggaran hak asasi manusia sejak konflik pecah pada 2011.

Dalam sebuah laporan 25 halaman berjudul “Mereka telah menghapus impian anak-anakku,” komisi beranggotakan tiga orang itu menguraikan berbagai pelanggaran hak-hak anak yang telah terjadi – termasuk lebih dari lima juta anak-anak yang menjadi pengungsi di dalam maupun luar negeri.

Situasi pendidikan yang hancur di Suriah secara khusus disoroti sebagai bidang perhatian.

Sejak awal konflik ribuan sekolah telah hancur atau digunakan untuk tujuan militer dan lebih dari 2,1 juta anak laki-laki dan perempuan tidak secara teratur menghadiri sekolah dalam bentuk apapun.

Seperti yang ditunjukkan sumber PBB, dampak dari konflik pada kesehatan fisik dan mental anak-anak itu telah sangat parah.

Hari ini, sejumlah besar anak-anak menderita disabilitas serta masalah psikologis dan perkembangan.

Kata-kata yang diucapkan oleh seorang ibu di Idlib kepada pejabat PBB mencerminkan trauma tersebut: “Mereka menghancurkan impian anak-anakku. Mereka menghancurkan apa yang kami bangun selama hidup kami; anak perempuanku sangat tertekan ketika dia mengetahui kalau rumah kami dihancurkan.

Anak saya yang lain, berumur tiga tahun, telah trauma karena krisis. Dia terus-menerus menggambar tank.”

Pengabaian yang mencolok terhadap hukum perang dan Konvensi Hak Anak oleh semua pihak yang terlibat, terutama rezim Assad, adalah masalah yang sangat memperhatinkan.

Komisi itu telah secara tepat meminta semua pihak untuk berkomitmen secara tertulis untuk memberikan perlindungan khusus kepada anak-anak selama perang, sejalan dengan hukum internasional.

Rekomendasi lain termasuk mengakhiri perekrutan anak dan mempertimbangkan hak-hak anak selama perencanaan militer.

“Negara memiliki kewajiban yang jelas untuk melindungi anak-anak. Gagal mematuhi prinsip-prinsip dasar seperti itu akan menjadi pelalaian tugas yang jelas, ”seperti yang ditunjukkan Komisaris Hanny Megally.

Rekomendasi panel untuk pihak yang bertikai, pemerintah Suriah dan komunitas internasional perlu ditangani. (CK)

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:anak-anakKonflik SuriahKonvensi Hak Anak
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya MUI Dorong Pemerintah Pertahankan Kewajiban Sertifikasi Halal
Tulisan selanjutnya “SEKEJAP” Memahami Al-Qur’an Diluncurkan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Berita
4 Juni 2026 09:00
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?