Hidayatullah.com–Aturan baru dikabarkan akan mulai diberlakukan selama dua pekan mulai Senin (25/1/2021) pukul 22.00 GMT setelah kabinet Israel melarang kedatangan orang dari luar negeri yang menggunakan pesawat hari Ahad karena dikhawatirkan membawa coronavirus varian baru.
Dilansir koran Zionis Haaretz, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dalam pertemuan kabinet mengatakan, “Kita terdepan dibandingkan negara lain di seluruh dunia. Tidak ada bangsa manapun yang pernah melakukan apa yang akan kita lakukan, kita akan menutup rapat negeri ini.”
Pesawat-pesawat kargo asing, pesawat tempur, dan penerbangan darurat medis akan dikecualikan dari pembatasan itu,” lapor koran itu.
“Untuk pertama kalinya,” Yahudi tidak diperbolehkan bermigrasi ke Israel, “kecuali urusan hidup dan mati,” kata Menteri Transportasi Miri Regev seperti dilansir Haaretz.
Kebijakan itu diberlakukan setelah pekan lalu pemerintahan Zionis mengharuskan semua penumpang yang tiba di Bandara Internasional Ben Gurion untuk menunjukkan hasil tes negatif coronavirus 72 jam sebelum mendarat.*