Hidayatullah.com—Amerika Serikat mengatakan pihaknya telah membunuh salah satu pendiri kelompok bersenjata Al-Shabab yang bernama Yusuf Jiis dalam sebuah serangan udara di wilayah Somalia.
Pimpinan US Africa Command Jenderal Stephen Townsend menyebut Jiis sebagai seorang yang brutal, pembunuh kejam yang menduduki posisi senior di Al-Shabab, yang melancarkan serangan baik di dalam maupun di luar wilayah Somalia.
Sejauh ini belum ada tanggapan dari militan tersebut, lapor BBC Selasa (7/4/2020).
Sejak Donald Trump menjabat presiden Amerika Serikat, militer AS meningkatkan serangannya di Somalia dan sekitarnya untuk menggempur kelompok-kelompok Muslim bersenjata. Sejumlah tokoh militan dikabarkan terbunuh dalam serangan-serangan udara AS.
Townsend mengatakan bahwa Amerika Serikat sempat mempertimbangkan untuk menangguhkan operasinya di Somalia selama wabah coronavirus.
Namun, mereka memutuskan untuk melanjutkannya karena, kata Townsend, tokoh-tokoh Al-Qaeda, Al-Shabab dan ISIS alias IS alias Daesh mengumumkan mereka melihat wabah coronavirus sebagai peluang untuk melanjutkan “agenda terorisnya.”
Sementara itu, kelompok-kelompok peduli hak asasi manusia mengatakan mereka memiliki bukti-bukti bahwa sejumlah warga sipil terbunuh dalam serangan-serangan Amerika Serikat. AS jarang sekali atau hampir tidak pernah mengakui bahwa pasukannya menewaskan warga sipil di Somalia.*