Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Pria yang Sebut Presiden Xi Jinping “Badut” Terkait Penanganan Covid-19 di China, Diperiksa Komisi Korupsi

Ama Farah
Terakhir diupdate: 8 April 2020 15:47 3:47 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 8 April 2020 15:47
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Ren Zhiqiang, seorang kritikus Partai Komunis China berpengaruh yang menyebut Presiden Xi Jinping “Badut” terkait caranya menangani wabah Covid-19, diperiksa dengan tuduhan melakukan “pelanggaran serius dan hukum,” kata otoritas antikorupsi China.

Miliarder, pensiunan eksekutif bidang properti itu, yang masih menjadi anggota dan terkoneksi dengan baik dengan Partai Komunis, menghilang bulan lalu setelah menulis sebuah esai kritik tentang wabah coronavirus. Pertengahan Maret, teman-teman Ren mengatakan kepada Reuters bahwa mereka tidak dapat mengontaknya dan sangat khawatir dengan keadaannya.

Dilansir The Guardian, Selasa malam (7/4/2020), pejabat-pejabat partai mengatakan Ren dituduh melakukan pelanggaran, yang di China dimaklumi sebagai eufimisme untuk menyebut tuduhan korupsi dan suap. Dalam pernyataan singkat yang dimuat online itu dikatakan bahwa Ren sedang menjalani pemeriksaan kedisiplinan oleh komisi inspeksi kedisiplinan Beijing, yang juga dikenal sebagai komisi pemberantasan korupsi (KPK) China.

Dalam esainya, Ren menyoroti pidato Xi Jinping tanggal 23 Februari, dan mengatakan bahwa hal itu”mengungkap krisis tata kelola” partai. Meskipun Ren tidak menyebut langsung nama Xi, tetapi dia menulis bahwa dirinya melihat “bukan seorang kaisar yang berdiri memamerkan ‘baju barunya’, melinkan seorang badut telanjang yang bersikukuh ingin terus menjadi kaisar.”

“Kenyataan yang ditunjukkan oleh wabah ini adalah partai membela kepentingannya sendiri, pejabat pemerintah membela kepentingan sendiri, dan monarki hanya mementingkan status dan lingkaran terdalamnya,” begitu kurang lebih Ren menyindir kepemimpinan Xi Jinping terkait penganganan wabah coronavirus.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Sebelumnya pada tahun 2016, Ren dikenai hukuman percobaan setahun atas kritikan tajamnya terhadap kebijakan pemerintahan Xi Jinping. Akun-akun media sosialnya yang memiliki jutaan pengikut ditutup.

Sikap dan kebijakan pemerintah China diawal kemunculan coronavirus baru dan ketika mulai menjangkiti penduduk Wuhan mendapat sorotan tajam dan kecaman dari dalam maupun luar negeri, setelah diketahui bahwa pihak berwenang justru menangkapi dan menjebloskan ke sel tenaga-tenaga medis yang berusaha memperingatkan kolega mereka soal kemungkinan kemunculan coronavirus baru mirip SARS.

Kecurigaan dokter-dokter yang ditangkapi otoritas China itu terbukti benar, beberapa pekan kemudian akhirnya WHO memastikan keberadaan coronavirus baru itu dan menetapkan sebutannya sebagai SARS-CoV-2 dan penyakitnya disebut Covid-19.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:chinacoronaviusRen Zhiqiang
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Mesir Akan Melarang Perkumpulan Selama Ramadhan
Tulisan selanjutnya Militer AS Klaim Membunuh Salah Satu Pendiri Al-Shabab

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MUI Sebut Danantara Syariah Harus Jadi Kekuatan Ekonomi Riil Umat

Berita
15 September 2026 20:25
Promosi Adidas Gandeng IDF, MUI: Waspada Propaganda Zionis, Perkuat Boikot!
Amerika Minta Libanon Formulasikan Rencana Perlucutan Senjata Hizbullah
Bukan Sekadar Ngaji, Ini Cara Baru Belajar Islam ala SPI
Pameran Kaligrafi Internasional 2026 di Semarang Hadirkan 250 Karya dari 50 Negara

Terbaru

  • Kemenag Tunjuk Basnang Said sebagai Dirjen Pesantren
  • Al-Azhar Kecam Serangan ke Arab Saudi, Minta Semua Pihak Tahan Diri
  • Berkedok ‘Melindungi Alam’, Organisasi Lingkungan ‘Israel’ Desak Zionis Kuasai Cadangan Air Palestina
  • Tembak Jatuh Drone Houthi di Dekat Mekkah, Saudi Tegaskan Tanah Suci sebagai “Garis Merah”
  • Ulama Sunni Iran Dibunuh, Pihak Berwenang Sebut Pelaku “Tentara Bayaran Zionis”
  • Arab Saudi Keluarkan Peringatan Serangan Udara, Mekkah dan Jeddah Siaga
  • Kemenhaj Luncurkan Layanan Pengaduan Bongkar Mafia Haji dan Umrah
  • Ketahanan Keluarga Harus Dibangun dengan Akidah, Syariat, dan Akhlak
  • MUI Sebut Danantara Syariah Harus Jadi Kekuatan Ekonomi Riil Umat
  • Pameran Kaligrafi Internasional 2026 di Semarang Hadirkan 250 Karya dari 50 Negara

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?