Hidayatullah.com–Dalam bulan Ramadhan nanti, kondisi di sejumlah kota di Arab Saudi panas terik. Suhu akan lebih dari 50 derajat Celcius dan lama berpuasa lebih dari 15 jam sehari. Pada akhir Ramadhan lama berpuasa turun sedikit menjadi 14 jam dan 40 menit.
Makkah, Madinah, Yanbu, Riyadh, dan Dammam, akan menjadi kota-kota dengan suhu tertinggi, kata berita Arab News, Selasa (10/6/2014).
Hussain Al-Qahtani, juru bicara Lembaga Meteorologi dan Lingkungan, mengatakan, suhu selama Ramadhan kemungkinan akan tetap tinggi karena tekanan rendah di Semenanjung Arab dan kondisi cuaca panas di Timur Tengah.
Al-Qahtani mengatakan, suhu akan menjadi antara 45 dan 50 derajat Celsius di wilayah Makkah, 42-47 di Madinah, 44-47 di Riyadh, Provinsi Tengah, lebih dari 50 di Provinsi Timur, 39-45 di Provinsi Perbatasan Utara, dan 42-46 di Provinsi Selatan.
Kondisi suhu tertinggi sebelumnya di Arab Saudi:Makkah tercatat 49,8 derajat Celcius pada tanggal 1 Juli 1989, Madinah 49 pada tanggal 20 Juli 2005, Riyadh 48 pada tanggal 25 Juli 1987, dan Dammam 50 derajat pada tanggal 28 Juli 2007.
Ramadhan adalah bulan kesembilan dalam kalender Islam, yang didasarkan pada siklus bulan. Bulan suci terjadi sekitar 11 hari lebih awal setiap tahun dalam kalender Gregorian.
Siklus untuk setiap musim memakan waktu sembilan tahun. Kondisi semacam ini pada Ramadhan akan terjadi lagi pada musim semi tahun 2017.*