Hidayatullah.com—Ketegangan terjadi di ProvinsiGuangzhou,China, berkaitan dengan coronavirus dan orang-orang Afrika.
Menurut para tokoh masyarakat, ratusan orang Afrika masih tidak dapat pulang ke rumah setelah diusir dari tempat-tempat tinggal dan penginapan mereka karena khawatir coronavirus menjangkiti komunitas Afrika di sana.
Jurnalis BBC Danny Vincent di Hong Kong Kong melaporkan bahwa seorang mahasiswa Nigeria yang tidak bersedia disebutkan namanya mengatakan bahwa dia diusir dari tempat tinggalnya, ditangkap, lalu dijebloskan ke karantina.
“Tolong, kami memohon kepada msayarakat dunia agar menyelamatkan kami. Cara pemerintah China memperlakukan kami sungguh tidak adil. Mereka menangkap saya dan memaksa saya masuk karantina dan memaksa saya membayar biaya hotelnya,” kata mahasiswa Nigeria itu seperti dikutip BBC Senin (13/4/2020). Sebagaimana diketahui China menjadikan sebagian hotel dan penginapan sebagai karantina sejak wabah Covid-19 merebak.
Sejumlah video beredar di internet menunjukkan orang-orang Afrika terlantar di jalanan.
Salah satu rekaman video itu menunjukkan sekelompok pedagang China berjalan melintasi sebuah daerah di mana biasanya pedagang-pedangan dari Afrika berkumpul untuk melakukan protes. Mereka mengklaim bisnisnya juga terdampak karena banyak pedagang Afrika yang tidak bisa berniaga.
Sebuah video lain yang dilihat jurnalis BBC menunjukkan seorang tauke China meminta maaf kepada penyewanya.
“Orang asing tidak boleh tinggal di sini lagi. Kami memiliki aturan manajemen komunitas. Tidak seperti yang Anda kira. Kami akan kena denda,” ujarnya.
Namun, pemerintah provinsi membantah adanya diskriminasi tersebut, dengan menyebut bahwa orang-orang Afrika sebagai teman, mitra dan saudaranya. Pemerintah Guangzhou mengatakan mengetahui kekhawatiran sejumlah negara Afrika dan sedang berupaya untuk memperbaiki perlakuan terhadap warga mereka.*