Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Miliarder Terkemuka China Pengkritik Pemerintah Dibui 18 Tahun

Ama Farah
Terakhir diupdate: 29 Juli 2021 20:59 8:59 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 29 Juli 2021 20:59
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Seorang miliarder terkemuka China dijatuhi hukuman penjara 18 tahun, satu lagi bos korporasi yang dijerat hukum oleh penguasa.

Sun Dawu mengelola salah satu bisnis pertanian swasta terbesar di Provinsi Hebei di bagian Utara China.

Sun, 67, di masa lalu vokal menyuarakan isu hak asasi manusia dan topik-topik politik yang sensitif.

Dia dinyatakan bersalah memicu pertengkaran dan menimbulkan masalah – dakwaan yang kerap dipakai untuk memenjarakan aktivis.

Tuduhan lain di antaranya menduduki lahan pertanian secara ilegal, mengumpulkan massa untuk menyerang lembaga negara dan menghalangi pegawai pemerintah melakukan tugasnya. Dia juga dihukum denda 3,11 juta yuan ($478.697), lansir BBC Kamis (29/7/2021).

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Perusahaan Sun merupakan salah satu yang terbesar di China, dengan bisnis mulai dari pemrosesan daging dan makanan hewan peliharaan hingga sekolah dan rumah sakit.

Sun dikabarkan ditahan tahun lalu, bersama dengan 20 kerabat dan rekan bisnisnya dalam sengketa tanah dengan perusahaan pertanian yang dikelola pemerintah.

Pada saat itu, dia mengatakan puluhan karyawannya terluka dalam bentrokan dengan polisi terkait sengketa tersebut, menurut laporan AFP.

Sun konon dekat dengan beberapa pembangkang politik China terkemuka dan di masa lalu mengkritik kebijakan pemerintah terkait komunitas pedesaan.

Dia adalah salah satu dari segelintir orang yang secara terbuka menuduh pemerintah menutupi kasus wabah flu babi Afrika, yang mempengaruhi peternakannya pada 2019, dan kemudian menghancurkan sebagian besar industri negara itu.

Dia pernah dijatuhi hukuman penjara pada tahun 2003 dengan tuduhan “penggalangan dana ilegal”. Namun, kasus itu dibatalkan setelah muncul banyak dukungan untuknya dari aktivis dan masyarakat.

Sun kabarnya membantah banyak tuduhan terhadapnya dalam pra-persidangan, menyebut dirinya sebagai “anggota partai Komunis yang luar biasa”.

Namun, dia dikabarkan mengakui melakukan kesalahan, antara lain memposting pesan secara online.

“Cara mereka menyelidiki saya sekarang ini membuat orang-orang yang dekat dengan kita menderita dan mereka yang membenci kita bersuka cita. Saya ingin menanggung tuduhan-tuduhan ini sendiri, walaupun itu berat, asalkan yang lain dibebaskan. Kami adalah orang-orang yang telah memberikan kontribusi kepada masyarakat,” katanya.

Beberapa waktu belakangan China menindak keras bisnis dan pengusaha di negara itu. Perusahaan teknologi besar seperti Alibaba, Didi dan Tencent sedang diselidiki dengan tuduhan pelanggaran beragam undang-undang.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:chinaSun Dawa
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya DPR Desak Pemerintah Percepat Distribusi Vaksin di Daerah
Tulisan selanjutnya Helikopter dan Tentara Prancis Ditahan Guinea Ekuatorial

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas

Berita
4 Juni 2026 14:01
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?