Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Pakistan Ajak Dunia Melawan Islamofobia di India

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 14 Mei 2020 13:55 1:55 pm
Nashirul Haq
Dipublikasikan 14 Mei 2020 13:24
Bagikan
Menteri Luar Negeri Pakistan Shah Mahmood Qureshi (AA)
Bagikan

Hidayatullah.com– Menteri Luar Negeri Pakistan Shah Mahmood Qureshi mengaku khawatir dengan kampanye Islamofobia India di tengah wabah Covid-19. Pakistan mengajak komunitas internasional untuk bertindak melawan Islamofobia yang berkembang di India dan membantu menghentikan serangan terhadap Muslim di negara itu.

“Negara ekstremis di India menciptakan & melaksanakan kampanye Islamofobia, menjelek-jelekkan umat Islam. Kita tidak bisa berdiri dan membiarkan insiden Gujarat (pembantaian Muslim di tahun 2002) terulang,” kata Qureshi dalam sebuah ciutan Twitter.

https://twitter.com/007AliSohrab/status/1258572247637377024

Selain Covid-19, India tengah menghadapi ancaman lain terhadap kehidupan – kebencian Muslim. Dalam beberapa pekan terakhir, media sosial dan kelompok-kelompok WhatsApp telah dibanjiri oleh seruan boikot sosial dan ekonomi terhadap Muslim. Hal ini menyebabkan banyak serangan fisik terhadap Muslim, termasuk sukarelawan yang membagikan bahan bantuan, di tengah kepalsuan menuduh mereka menyebarkan virus dengan sengaja.

Jayshree Bajoria, Senior researcher, Asia mengatakan, semuanya berawal setelah pihak berwenang India mengumumkan bahwa mereka menemukan sejumlah besar kasus positif virus corona di antara umat Islam yang telah menghadiri ijtima’  di Delhi, yang diorganisir oleh gerakan Jamaah Tabligh.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Bahkan ketika pihak berwenang berlomba untuk melacak mereka yang terkena dampak, para pemimpin dari Partai Nasionalis Hindu Bharatiya Janata (BJP) yang berkuasa telah menyebut pertemuan Jamaat sebagai “kejahatan Talibani” dan “Korona Terorisme.” Beberapa media arus utama berteriak “CoronaJihad” dan hashtag menjadi viral di media sosial,” tulis Jayshree Bajoria di laman HRW.

Menurut Shah Mahmood Quresh,  situasi ini semakin memburuk  kondisi, di mana rumah sakit di India memisahkan pasien berdasarkan agama.

“Dunia sedang berjuang melawan virus corona. Yang diperlukan adalah upaya terkoordinasi bersama. Sayangnya, India ada di cengkeraman Islamofobia,” kata Qureshi dalam sebuah pernyataan video baru-baru ini.

“Ujaran kebencian sering dipraktikkan di India. Umat Muslim didiskriminasi. Mereka bahkan tidak diperlakukan dengan baik di rumah sakit. Ada kampanye untuk tidak membeli dari toko dan bisnis mereka. Rumah mereka selalu diserang,” ujarnya.

Dia mengatakan perlakuan terhadap Muslim di India adalah konsekuensi dari pendekatan diskriminatif dari Hindutva, atau nasionalis ultra-Hindu, pola pikir Partai Bharatiya Janata (BJP) yang berkuasa.

“Ini merupakan pelanggaran terhadap resolusi Dewan HAM PBB. Mohon diperhatikan dan hentikan serangan terhadap Muslim ini, ”pungkas Qureshi.

Sebelumnya, Komisi Independen Hak Asasi Manusia Independen (IPHRC) Organisasi Kelompok Islam (OKI) mendesak India untuk menghentikan meningkatnya kekerasan terhadap Muslim di tengah pandemi virus corona.  Kelompok itu mendesak pemerintah Perdana Menteri Narendra Modi untuk menghentikan gelombang pasang Islamofobia di India dan melindungi hak-hak minoritas Muslim yang dianiaya, mengikuti hukum internasional. Dilansir dari Anadolu Agency, seorang pejabat Kementerian Luar Negeri India menolak untuk mengomentari masalah ini ketika dimintai keterangan.*

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:covid-19IndiaislamofobiaPakistanShah Mahmood Qureshi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Sempurnanya Fisik Rasulullah ﷺ
Tulisan selanjutnya Panduan Sholat Idul Fitri Ketika Wabah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang

Berita
2 September 2026 20:14
UEA Bantah Laporan Serangan di Pangkalan Udara Al Minhad
Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
Ahwa Mufakat Pilih Gus Kikin, Cicit Pendiri NU dari Tebuireng Jadi Ketum PBNU
Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika

Terbaru

  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrasi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?