Hidayatullah.com—Ratusan warga Venezuela meminta suaka di Peru, kata seorang pejabat, hanya beberapa jam setelah negara itu memperketat persyaratan masuk ke wilayahnya.
Peraturan baru mengharuskan warga Venezuela memiliki paspor untuk masuk wilayah Peru, bukan sekedar kartu identitas seperti sebelumnya.
Peraturan serupa diterapkan pekan lalu di Ekuador, tetapi dibatalkan oleh pengadilan setempat.
Krisis ekonomi berkepanjangan di Venezuela mendorong sekitar 2 juta warganya meninggalkan kampung halaman mereka sejak 2014. Akibatnya, terjadi ketegangan di kalangan tetangga Venezuela, yang kewalahan menampung mereka.
Per Jumat malam (24/8/2018), Peru memperketat persyarakat orang asing masuk ke wilayahnya. Oleh karena itu, banyak orang Venezuela yang bergegas menuju perbatasan dengan Peru dan Ekuador, sehingga tercipta pemandangan seperti “koridor manusia” dengan bis-bis berjajar mengangkut beribu-ribu orang melintasi perbatasan.
PM Peru Cesar Villanueva mengatakan bahwa mengharuskan warga Venezuela menunjukkan paspor di perbatasan bukan berarti Peru “menutup pintu bagi migran,” lapor BBC.
Menurut Villanueva, kartu identitas saja tidak memberikan informasi yang cukup dan mudah dipalsukan.
Peru sudah menampung sekitar 400.000 migran, kebanyakan tiba tahun lalu.*