Hidayatullah.com—Shalat Jum’at perdana di Masjid Hagia Sophia, 24 Juli 2020, setelah pengembalian statusnya sebagai tempat ruku’ dan sujud, dihadiri oleh ribuan Muslim. Antrian untuk masuk ke dalam Masjid bersejarah tersebut telah dimulai sejak malam sebelumnya.
Shalat Jum’at perdana setelah 86 tahun ini mendapat respon antusias yang luar biasa baik oleh warga Turki maupun Muslim dunia.
Antusiasme tersebut menguar di udara lewat gema takbir dan tahmid di jalanan Kota Tua Istanbul di mana Masjid Hagia Sophia terletak.
Pengguna Twitter, Muhammad Anas, mengungkap bahwa jarak jarak 1,6 KM dari Masjid Hagia Sophia telah dipenuhi oleh jama’ah yang tak bisa masuk.
“Kita, mahasiswa, masih satu mil jauhnya dari #AyasofyaCamii, tapi jalanan, jalan raya bahkan setapak sudah terisi penuh,” cuitnya pada pukul 15.42 WIB.
We 🇵🇰 students are still a mile away from #AyasofyaCamii but streets, roads even footpaths are fully occupied. pic.twitter.com/kcWlfsEN0z
— Anas (@AnasMAwan) July 24, 2020
Menanti masuknya waktu shalat Jum’at di Turi, ayat suci Al-Qur’an dibacakan oleh salah satu dari tiga Imam Besar Masjid Hagia Sophia yang telah ditunjuk, Prof. Dr. Mehmet Boynukalin, yang juga merupakan seorang guru besar Ilmu Fiqih.
Direncakan, shalat Jum’at akan dimulai dengan adzan yang dikumandangkan oleh 4 orang mu’adzin dari atas empat menara Masjid Hagia Sophia.
Pengeras suara berukuran besar telah dipasang di atas bangunan Masjid Hagia Sophia agar jama’ah yang berada di luar bisa turut menunaikan shalat Jum’at dengan baik. Masjid Hagia Sophia sendiri dapat menampung 1.500 jama’ah dan telah penuh, sehingga ribuan Muslim lain yang hadir tak bisa masuk.*