Hidayatullah.com — Al-Azhar Mesir mengutuk disetujuinya pembangunan ribuan unit pemukiman baru di Tepi Barat yang terjajah, menekankan bahwa hal itu melanggar batas negara Palestina dan memprovokasi rakyat Palestina.
“Al-Azhar menegaskan sikapnya menolak langkah-langkah yang masuk dalam kerangka kebijakan pemaksaan fetakompli. Kebijakan ini tidak akan mengubah realitas identitas Arab atas tanah Palestina, dan bahwa entitas Zionis merampas tanah rakyat Palestina yang tertindas, sang pemilik tanah,” kata Al-Azhar dalam sebuah pernyataan yang diterbitkan pada hari Ahad.
Al-Azhar meminta masyarakat internasional untuk mengambil semua langkah untuk melawan tindakan kolonial yang dilakukan oleh ‘Israel’ yang memperumit situasi saat ini.
Tindakan itu merupakan tamparan bagi resolusi Dewan Keamanan PBB dan keputusan internasional terkait hak negara Palestina dan penyebabnya, tambah pernyataan itu.
Pekan lalu, ‘Israel’ menyetujui pembangunan 4.948 unit permukiman di Tepi Barat yang diduduki atas permintaan Gembong Zionis Israel Benjamin Netanyahu.*