Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Ummah Malaysia Ajak Boikot Produk Prancis

Ama Farah
Terakhir diupdate: 2 November 2020 12:52 12:52 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 2 November 2020 11:27
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Gerakan Pembela Ummah (Ummah) Malaysia hari Ahad (1/11/2020) menyerukan boikot nasional barang dan jasa produk Prancis sebagai balasan atas sikap negara itu yang bersumpah membela sekularisme dan menangkal Islam radikal menyusul kasus pembunuhan Samuel Paty, seorang guru yang memamerkan gambar kartun Nabi Muhammad ﷺ di dalam kelasnya bulan lalu.

“Kami menyambut seruan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan kepada pemimpin-pemimpin Muslim untuk memboikot poduk Prancis,” kata Ketua Ummah Mohd Zai Mustafa seperti dikutip Malay Mail.

“Boikot akan terus berlangsung sampai [Presiden Emmanuel] Macron menarik pernyataannya atau sampai warga Prancis mendesaknya untuk turun dari jabatannya,” imbuhnya dalam konferensi pers di Kuala Lumpur

Sebagaimana diketahui, menanggapi kematian Paty, Presiden Macron membela publikasi kartun-kartun Nabi Muhammad  ﷺ termasuk di sekolah dengan alasan kebebasan mengutarakan pendapat dan berekspresi, yang mana keduanya dijamin oleh konstitusi negara sekuler Prancis.

Ummah juga menyeru kepada organisasi-organisasi kemasyarakatan Muslim lain di Malaysia agar memboikot apapun produk Prancis sampai tuntutan mereka dipenuhi.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Beberapa produk yang menjadi target boikot antara lain peralatan rumah tangga merek Tefal, perusahaan otomotif Renault dan Peugeot, serta produk merek-merek ternama seperti Dior, Givenchy, dan Chanel.

Sebelumnya, Ummah berencana menggelar demonstrasi kecil di depan Sogo KL, tetapi disarankan oleh pihak berwenang agar tidak melakukan unjuk rasa tersebut dengan alasan keamanan. 

Mohd Zai mengatakan Ummah mematuhi saran tersebut mengingat wilayah Kuala Lumpur saat ini masih memberlakukan aturan pembatasan pergerakan orang dalam rangka meredam penyebaran Covid-19, yang berlaku hingga tanggal 9 November.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:boikotKartunMalaysiaNabi MuhammadPrancisummah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Sebuah Masjid Turki di Chateaudun Prancis Jadi Sasaran Upaya Pembakaran
Tulisan selanjutnya Inilah Lima Kaum yang Dimusnahkan Allah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Dua Anggota Basij Tewas Dalam Serangan di Mashhad Iran

Berita
12 Juli 2026 09:49
TikTok Laporkan Penonaktifan 1,7 Juta Akun Anak ke Komdigi
Jepang Berhasil Meluncurkan dan Mendaratkan Roket Guna Ulang
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap
Amerika Serikat Menjatuhkan Sanksi Baru Berkaitan Iran Menyusul Serangan di Selat Hormuz

Terbaru

  • Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo
  • MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda
  • INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap
  • Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar
  • MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
  • Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI
  • Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’
  • Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik
  • Iran Lancarkan Serangan Balasan ke Pangkalan Militer AS di Timur Tengah, Ketegangan Regional Memanas
  • Relawan Bantuan di Gaza Syahid Dibom ‘Israel’ usai Gelar Nobar Piala Dunia

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?