Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Oase Iman

Inilah Lima Kaum yang Dimusnahkan Allah

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 2 November 2020 08:58 8:58 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 2 November 2020 12:00
Bagikan
Kaum Sodom dan Gomorah (Amora), dua kota besar yang dimusnahkan oleh Allah karena dosa-dosa penduduknya berupa "hujan belerang dan api" dari langit
Bagikan

Hidayatullah.com | DALAM sejarah manusia, terdapat kaum yang selalu menentang perintah Allah. Bahkan pertentangannya sangat berlebihan sehingga Allah memusnakan mereka. Diantara kaum yang dimusnahkan Allah antara lain:

Kaum Nabi Nuh

Kaum pertama yang dibinasakan secara massal oleh Allah adalah kaum Nabi Nuh. Allah memusnahkan mereka dengan mendatangkan banjir besar yang menenggelamkan mereka.

Mereka adalah kaum yang durhaka dan tidak mau mengikuti seruan nabi Nuh. Padahal ada yang meriwayatkan usia Nabi Nuh mencapai 900 tahun.

Selama itu, mereka yang ikut Nabi Nuh Alaihi salam hanya berjumlah puluhan saja. Bahkan istri dan anak Nabi Nuh juga tidak mau mengikuti seruannya.

Baca Juga

Masihkah Bisa Tersenyum Saat Al-Aqsha Terjajah?
Khutbah Jum’at: Saat Masjid Al-Aqsha Ternoda, Apa Masih Ada Nyala Iman di Dada?
Khutbah Jum’at: Ramadhan Berlalu, Amal Tetap Kontinu
Khutbah Idul Fitri 1447 H : Deklarasi Kemenangan Hati di Tengah Riuhnya Kesalehan Visual
Khutbah Jumat: Mengisi Rajab dengan Muhasabah, Amal dan Puasa

Lalu Nabi Nuh berdoa akan disegerakan hukuman bagi kaumnya. Allah lalu menurunkan hujan yang sangat deras dan mata air yang memancar dari bumi hingga terjadi banjir dahsyat.

Penyelidikan arkeologis di beberapa tempat mendapatkan keterangan, banjir melanda daerah yang memang sangat luas, yakni membentang 600 km dari utara ke selatan dan 160 km dari barat ke timur. Banjir itu telah menenggelamkan sedikitnya empat kota masyarakat Sumeria kuno, yakni Ur, Erech, Shuruppak dan Kish.

Sedang kaum Nabi Nuh yang shalih dan binatang di selamatkan Allah di dalam kapal besar. Dalam Al-Quran diriwayatkan, Allah memerintahkan Nabi Nuh untuk mengangkut masing-masing hewan sepasang (jantan dan betina) ke dalam bahteranya (Hud [11]: 40).

Kaum ‘Aad

Mereka adalah kaum Nabi Hud Alaihissalam. Mereka tinggal di tempat yang bernama “Al Ahqaf” terletak di utara Hadaramaut, antara Yaman dan Umman. Nabi Hud diutus oleh Allah SWT kepada kaumnya, untuk menyembah dan beriman kepada Allah serta tidak menyekutukannya.

Namun, umatnya justru menanggapi dengan rasa permusuhan. Bahkan mereka menganggap Nabi Hud sebagai manusia biasa yang tidak mempunyai kemampuan atau kelebihan apa pun dibandingkan mereka. Nabi Hud dianggap sebagai pembohong, bodoh, dan telah mengubah kebiasaan yang telah dilakukan oleh para leluhurnya terdahulu. (Hud [11]: 50).

Selama bertahun-tahun Nabi Hud menyampaikan dakwah, kaumnya tetap saja membangkang dan menolaknya. Hal ini direkam dalam Surat al-Mu’minun [23]: 33-37.

Karena kaum ‘Ad ini tetap saja enggan menerima dakwah Nabi Hud, maka Allah menimpakan adzab kepada mereka. Dalam al-Qur’an dijelaskan, kehancuran kaum ‘Ad disebabkan oleh angin topan yang dahsyat dan berlangsung selama tujuh malam delapan hari.

وَأَمَّا عَادٌ فَأُهْلِكُوا۟ بِرِيحٍ صَرْصَرٍ عَاتِيَةٍ
سَخَّرَهَا عَلَيْهِمْ سَبْعَ لَيَالٍ وَثَمَٰنِيَةَ أَيَّامٍ حُسُومًا فَتَرَى ٱلْقَوْمَ فِيهَا صَرْعَىٰ كَأَنَّهُمْ أَعْجَازُ نَخْلٍ خَاوِيَةٍ

فَهَلْ تَرَىٰ لَهُم مِّنۢ بَاقِيَةٍ

“Yang Allah menimpakan angin itu kepada mereka selama tujuh malam dan delapan hari terus menerus; maka kamu lihat kaum ‘Aad pada waktu itu mati bergelimpangan seakan-akan mereka tunggul pohon kurma yang telah kosong (lapuk).  Maka kamu tidak melihat seorangpun yang tinggal di antara mereka.”   (Surat al-Haaqqah [69]: 6-8).

Kaum Tsamud

Kaum Tsamud adalah kaum yang mengingkari ajaran Nabi Shalih.  Kaum ini pernah melakukan sayembara untuk membunuh Nabi Shalih. Namun atas kebesaran Allah, Nabi Shalih terselamatkan.

Kemudian Allah memberikan unta yang keluar dari batu sebagai mukjizat atau keajaiban tanda kerasulan Nabi Shaleh untuk Kaum Tsamud. Namun, mereka malah membunuh unta tersebut. Lalu menantang kedatangan adzab buat mereka.

Tantangan itu dijawab Allah dengan menimpakan gempa atas mereka (al-A’raaf [7]: 78). Pada ayat lain dikatakan, Allah juga mengirimkan bencana petir yang dahsyat.

وَأَمَّا ثَمُودُ فَهَدَيْنَٰهُمْ فَٱسْتَحَبُّوا۟ ٱلْعَمَىٰ عَلَى ٱلْهُدَىٰ فَأَخَذَتْهُمْ صَٰعِقَةُ ٱلْعَذَابِ ٱلْهُونِ بِمَا كَانُوا۟ يَكْسِبُونَ

“Dan adapun kaum Tsamud, maka mereka telah Kami beri petunjuk tetapi mereka lebih menyukai buta (kesesatan) daripada petunjuk, maka mereka disambar petir azab yang menghinakan disebabkan apa yang telah mereka kerjakan.”  (Quran Surat Fushilat [41]: 17)

Demikian dahsyatnya bencana yang Allah timpakan itu sehingga tiada seorang pun kaum Tsamud yang tersisa. (Hud [11]: 68).

Yang menakjubkan, meski petir yang Allah kirim itu memusnahkan seluruh kaum Tsamud namun bangunan hasil karya mereka tetap dibiarkan utuh oleh Allah. Ini  tak lain agar menjadi bukti bagi kita, kaum yang hidup sesudahnya, tentang keberadaan suatu kaum ahli bangunan yang telah Allah binasakan karena kekafiran mereka.

Kaum Sodom

Mereka adalah kaum Nabi Luth as yang telah diberikan kelebihan pengetahuan di masanya. Akan tetapi, mereka melakukan tindakan keji yaitu homoseksual atau hubungan seksual sesama jenis.

Ketika Luth menyeru untuk menghentikan penyimpangan tersebut dan menyampaikan peringatan Allah, mereka mengabaikannya, mengingkari kenabiannya, dan meneruskan penyimpangan tersebut. (al-Qamar, [54]: 33-36).

Pada akhirnya kaum ini dimusnahkan dengan bencana yang mengerikan. Mereka dihukum oleh Allah dengan menjungkirbalikkan negeri mereka.

Al-Quran menyebutkan:

فَلَمَّا جَآءَ أَمْرُنَا جَعَلْنَا عَٰلِيَهَا سَافِلَهَا وَأَمْطَرْنَا عَلَيْهَا حِجَارَةً مِّن سِجِّيلٍ مَّنضُودٍ

“Maka tatkala datang azab Kami, Kami jadikan negeri kaum Luth itu yang di atas ke bawah (Kami balikkan), dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang terbakar dengan bertubi-tubi.” (Surat Hud [11]: 82).

Penelitian arkeologis mendapatkan keterangan, kota Sodom semula berada di tepi Laut Mati (Danau Luth) yang terbentang memanjang di antara perbatasan Israel-Yordania. Dengan sebuah gempa vulkanis yang diikuti letusan lava, kota tersebut Allah runtuhkan, lalu jungkir-balik masuk ke dalam Laut Mati.

Layaknya orang jungkir-balik atau terguling, kerap bagian kepala jatuh duluan, lalu diikuti badan dan kaki. Begitu pula kota Sodom, saat runtuh dan terjungkal, bagian atas kota itu duluan yang terjun ke dalam laut.

Kaum Madyan

Penduduk Madyan adalah orang-orang yang suka berbuat keji, mengganggu orang-orang yang lewat, merampok orang lain di tengah jalan dan berbuat curang dalam perniagaan (al-A`raaf [7]: 85).  Ibnu Abbas mengatakan bahwa penduduk Madyan merupakan kaum yang sangat melampaui batas.

Mereka suka berbuat curang tidak hanya dalam takaran (timbangan) dengan cara menguranginya, melainkan juga suka mengambil sesuatu lebih banyak dari yang mereka bayarkan. Tak salah, jika penduduk Madyan itu disebut sebagai kaum yang mula-mula melakukan semua hal itu.

Dengan membawa risalah kenabian sebagai utusan Allah, setelah melihat kaumnya berbuat curang dalam takaran dan mengambil lebih banyak dari yang mereka bayarkan, Nabi Syu’aib pun mengingatkan akan kecurangan tersebut. Di sisi lain, Nabi Syu’aib juga mengajak mereka untuk menyembah kepada Allah.

Namun mereka tidak mau mendengar seruan Nabi Syuaib untuk menyembah Allah. Mereka malah menuduhnya sebagai tukang sihir dan tukang sulap yang ulung dikarenakan mukjizat yang Allah berikan kepada Nabi Syuaib. (Hud [11]: 91).

Ironisnya, mereka menantang Nabi Syuaib untuk menurunkan adzab (hukuman) kepada mereka jika hal itu benar. Setelah Nabi Syuaib berdoa, maka Allah memberi udara yang sangat panas, kering. Kemudian terdapat awan hitam, disangkanya adalah hujan. Ternyata mereka terkena petir dan percikan api dari awan hitam. Kemudian disusul dengan gempa yang bergemuruh.

وَلَمَّا جَآءَ أَمْرُنَا نَجَّيْنَا شُعَيْبًا وَٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ مَعَهُۥ بِرَحْمَةٍ مِّنَّا وَأَخَذَتِ ٱلَّذِينَ ظَلَمُوا۟ ٱلصَّيْحَةُ فَأَصْبَحُوا۟ فِى دِيَٰرِهِمْ جَٰثِمِينَ

“Arti: Dan tatkala datang azab Kami, Kami selamatkan Syu’aib dan orang-orang yang beriman bersama-sama dengan dia dengan rahmat dari Kami, dan orang-orang yang zalim dibinasakan oleh satu suara yang mengguntur, lalu jadilah mereka mati bergelimpangan di rumahnya.” (Surat Hud [11]:  94).

Allah telah mengabadikan jasad mereka dan tempat tinggal mereka sebagai pelajaran bagi kaum selanjutnya dan kaum yang mau mengambil hikmah.

Demikianlah kisah kaum yang menentang perintah Allah. Mudah-mudahan kisah di atas menjadi pelajaran bagi kita semua.*/Bahrul Ulum, Suara Hidayatullah

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:azabhomoseksualKaum ‘Adkaum SodomKaum Tsamud
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ummah Malaysia Ajak Boikot Produk Prancis
Tulisan selanjutnya Targetkan Raup 15 Persen Suara di Pemilu 2024, PKS: Allah Akan Bantu PKS: Presiden Jokowi Harus Tekan Macron untuk Minta Maaf

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MUI dan BPJS Kesehatan Perkuat Sinergi Dakwah

Berita
3 Juli 2026 20:51
Laporan: Israel Akan Bebastugaskan 10.000 Tentara Cadangan karena Krisis Anggaran
Menko Yusril Sebut Penyebarluasan LGBT Perlu Diantisipasi demi Ketahanan Nasional
PBNU Tetapkan PP Bahrul Ulum Jombang Lokasi Muktamar Ke-35 NU
Dihantam Rudal di Selat Hormuz Kapal Kontainer CMA CGM akan Jadi Besi Rongsokan

Terbaru

  • Perwira Cadangan ‘Israel’: Pasukan Kami Sedang Mengalami Kemerosotan Moral
  • Amerika Serikat Kembali Serang Iran, Berdalih Bela Warga Sipil
  • ‘Israel’ Gunakan Kesepakatan Gas dan Air untuk Menekan Yordania
  • PBNU Tetapkan PP Bahrul Ulum Jombang Lokasi Muktamar Ke-35 NU
  • Perang Abadi Sistem Imun di Balik Keindahan Tato
  • Vatikan Pecat Kelompok Katolik Tradisional SSPX karena Menentang Paus
  • Menko Yusril Sebut Penyebarluasan LGBT Perlu Diantisipasi demi Ketahanan Nasional
  • Serukan Balas Dendam untuk Ali Khamenei, Lautan Pelayan Serukan Kematian Trump
  • Pelatih Timnas Mesir Suarakan Solidaritas untuk Palestina di Piala Dunia 2026
  • Tak Ingin Disaingi, ‘Israel’ Minta AS Blokir Penjualan F-35 ke Turki

Mungkin Anda Juga Suka

Oase Iman

Khotbah Jumat: Islam Menentang Aksi Premanisme

8 Mei 2025 13:08
Oase Iman

Khutbah Jumat: Hormat kepada Ulama, Santun kepada Sesama

24 April 2025 18:21
Oase Iman

Khutbah Jumat: Waspadai Faktor Penggagal Fatwa Jihad PalestinaL: Diri Kita Sendiri!

11 April 2025 07:28
Oase Iman

Khutbah: Idul Fitri dan Momentum Merajut Persaudaraan Sesama Umat Islam

30 Maret 2025 22:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?