Hidayatullah.com—Pemimpin partai rasis ekstrim kanan Yunani, Partai Fajar Keemasan, mengatakan bahwa di masa depan kota Istanbul, Turki, dapat direbut kembali oleh bangsa Rum.
Hal itu dikatakan oleh Nikolaos Michaloliakos dalam sebuah wawancara yang dimuat oleh stasiun televisi swasta NTV dalam situsnya, lansir Hurriyet Daily (8/6/2012).
Menyusul pernyataannya itu, harian Yunani Proto Thema bertanya,”Apakah realistis menuntut kembali Istanbul, tempat di mana 15 juta orang Turki tinggal, sementara di sana hanya ada sekitar 3.000 orang Rum [orang Yunani di Semenanjung Anatolia]?”
Michaloliakos menjawab, “Orang-orang Yahudi membangun sebuah negara di atas tanah kuno mereka pada tahun 1948 setelah berabad-abad berlalu.”
“Saya tidak mengatkaan bahwa kita harus mengangkat senjata untuk melawan Turki. Namun, kita tidak boleh lupa bahwa helenisme eksis di Anatolia, Pontus dan Thrace selama beratus-ratus tahun,” imbuhnya.
“Hati-hati kita bersama dengan Kota Ratu [Istanbul],” tegasnya.
“Hooray Kostantinos Palaiologos!” ujar Mihaloliakos, mengelu-elukan raja Konstantinus Palaiologos penguasa terakhir Bizantium (Romawi Timur yang berpusat di Konstatinopel, nama lama Istanbul)
Michaloliakos sebelumnya menghadiri pertemuan yang membahas tentang penaklukan Istanbul.
Michaloliakos dikenal dengan julukan “Fuhrer”, merujuk pada pimpinan Nazi Jerman, Adolf Hitler. Dia mengatakan bahwa dirinya tidak merasa terganggu dengan julukan itu.
Pengikut dan simpatisan partai rasis Fajar Keemasan sering sering tiba-tiba menyerang para imigran yang tinggal di Yunani tanpa sebab.
Sebagaimana dilansir Voice of America bulan Mei lalu, seorang imigran asal Afghanistan bernama Hafiz menceritakan bahwa ia pernah dihajar gerombolan sayap kanan di Athena.
Partai Fajar Keemasan menyerukan pemasangan ranjau darat di sepanjang perbatasan dengan Turki. Di kota Athena, partai itu memasang spanduk-spanduk bertuliskan “Bersihkan Athena” dan “Hilangkan semua kotoran,” merujuk pada para imigran asing.
Partai rasis ini mendapatkan 21 kursi di parlemen dari pemilihan umum belum lama ini.*