Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Grand Syeikh Al-Azhar Tetap Mengecam Prancis soal Kartun Nabi dan Sentimen Anti-Islam

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 9 November 2020 09:35 9:35 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 9 November 2020 09:05
Bagikan
perjuangan umat islam palestina
Grand Syeikh al Azhar, Syeikh Ahmad Al-Tayyib
Bagikan

Hidayatullah.com–Grand Syeikh Al-Azhar Ahmad Al-Tayyib tidak mengubah sikapnya terkait dengan sentimen anti-Islam Prancis dan pembiarannya atas kartun Nabi. Hal itu setelah Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Yves Le Drian pada hari Ahad (08/11/2020) berkunjung ke Mesir dalam upaya meredakan ketegangan dengan dunia Islam.

Syeikh Al-Tayyib menerima Le Drian di markas besar syekh Al-Azhar pada hari Ahad.

Syeikh Al-Tayyib memimpin Masjid Al-Azhar dan Universitas Al-Azhar, yang merupakan lembaga keagamaan terkemuka bagi Muslim Sunni di seluruh dunia. Bulan lalu, ia menyebut pernyataan Macron sebagai “rasis” dan menyebarkan “ujaran kebencian”.

Syeikh Al-Tayyib tampaknya tidak terpengaruh oleh upaya Le Drian yang berusaha mendapatkan pernyataan yang melunak. Ia menegaskan kembali pendiriannya bahwa “menghina Nabi kita Muhammad” tidak dapat diklasifikasikan sebagai kebebasan berekspresi, merujuk pada karikatur Charlie Hebdo, AP News melaporkan.

“Menghina Nabi kami sama sekali tidak dapat diterima dan kami akan mengejar siapa saja yang tidak menghormati Nabi kami yang terhormat di pengadilan internasional, bahkan jika kami menghabiskan sisa hidup kami hanya untuk masalah ini,” kata Syeikh Al-Tayyib dalam pernyataan yang dirilis oleh Al-Azhar.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Dia juga mengecam terorisme atas nama agama.

Syeikh Al-Tayyib mengutuk serangan ekstremis di Prancis, dan menyebut pemenggalan kepala guru sekolah menengah Prancis bulan lalu sebagai “pembunuhan yang menjijikkan dan menyakitkan”.

“Kami menolak untuk menggambarkan terorisme sebagai Islam,” kata Syeikh. “Al-Azhar mewakili suara hampir dua miliar Muslim, dan saya katakan bahwa teroris tidak mewakili kami, dan kami tidak bertanggung jawab atas tindakan mereka.”

Akhir bulan lalu, Syeikh Al-Tayyib juga menyerukan undang-undang universal yang mengkriminalisasi diskriminasi terhadap Muslim, dan mendesak Muslim untuk menggunakan cara damai dan legal untuk “melawan ujaran kebencian”.

Baca: Menlu Prancis Kunjungi Mesir untuk Meredakan Ketegangan Terkait Kartun Nabi

Di sisi lain, Le Drian mengatakan bahwa diskusi di antara mereka ditandai dengan “kejujuran yang besar” juga menambahkan “Imam Besar menyarankan agar kita bekerja sama untuk memperdalam pertemuan bersama ini”, Egypt Independent melaporkan.

Le Drian mengatakan dia mengadakan pembicaraan dengan pejabat Mesir untuk menegaskan kembali penghormatan Prancis kepada Islam dan “peran penuh” yang dimainkan Muslim dalam masyarakat Prancis.

Le Drian juga bertemu dengan Presiden Mesir Abdel Fattah As-Sisi, di hadapan Menteri Luar Negeri Mesir Sameh Shoukry dan Duta Besar Prancis di Kairo Stephane Romatet.

Juru bicara Kepresidenan Mesir, Bassam Rady, mengatakan bahwa pertemuan tersebut berkaitan dengan cara memperkuat upaya untuk menghadapi ekstremisme dan kebencian yang meningkat sehubungan dengan ketegangan baru-baru ini antara dunia Islam dan Eropa.

Le Drian menegaskan penghormatan dan penghargaan Prancis untuk semua agama, prinsip dan nilai mereka, dan aspirasi negaranya untuk memperkuat kerja sama dengan Mesir untuk memerangi “intoleransi dan ideologi ekstremis” yang semakin berkembang.

Dia menambahkan, dalam konferensi pers bersama dengan Menteri Luar Negeri Mesir Sameh Shoukry bahwa, “Muslim Prancis adalah bagian dari Prancis dan identitasnya, dan yang sedang dilawan adalah distorsi agama.”

Sisi berkomentar pada akhir Oktober tentang kontroversi kartun yang dipicu oleh Presiden Prancis Emmanuel Macron yang mendukung penggambaran Nabi Muhammad dari majalah Prancis Charlie Hebdo.

Selama perayaan Maulid Nabi dari Kementerian Wakaf Agama, Sisi menyerukan kepada kartunis untuk menghentikan kejahatan mereka, menuntut dunia untuk mempertimbangkan perasaan dan nilai-nilai Muslim.

Dia menambahkan bahwa Islam menerima semua agama lain, menyatakan bahwa seorang Muslim tidak dapat mengklaim keimanan penuh sampai dia mengakui semua utusan Tuhan.

Ia melanjutkan dengan mengatakan bahwa menghina Nabi menyakiti perasaan jutaan Muslim, bahkan jika itu hanya ditujukan pada ekstremis agama.

“Di dunia dengan 1,5 miliar Muslim, berapa persen dari mereka yang menurut Anda ekstremis?” dia menambahkan.

Le Drian juga mengomentari kampanye boikot yang dibawa oleh kontroversi kartun tersebut, dengan mengatakan: “Kami berharap kampanye untuk memboikot produk Prancis akan berhenti, dan kami mengutuk seruan untuk itu.”*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Ahmad Al-TayyibAl AzharGrand Syeikh Al AzharislamofobiaMesirNabi MuhammadPrancis
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Menlu Prancis Kunjungi Mesir untuk Meredakan Ketegangan Terkait Kartun Nabi
Tulisan selanjutnya Arab Saudi Tuan Rumah Konferensi Internasional Pertama tentang Bakat dan Kreativitas

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha

Berita
1 Juni 2026 10:40
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?