Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Arab Saudi Tuan Rumah Konferensi Internasional Pertama tentang Bakat dan Kreativitas

Muhammad Abdus Syakur
Terakhir diupdate: 9 November 2020 09:35 9:35 am
Muhammad Abdus Syakur
Dipublikasikan 9 November 2020 09:35
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Arab Saudi menjadi tuan rumah Konferensi Internasional Pertama tentang Bakat dan Kreativitas pada Ahad (08/11/2020) di sela-sela G20. Acara yang berlangsung selama dua hari ini akan membantu mengembangkan sumber daya manusia anak muda yang berbakat, kreatif, dan inovatif untuk menghadapi perkembangan dan tantangan global.

Para ahli berkumpul membahas masa depan inovasi, kewirausahaan, dan kemanusiaan di Konferensi Internasional Pertama tentang Bakat dan Kreativitas di Riyadh, Arab Saudi.

Sekretaris Jenderal Mawhiba, Dr. Saud bin Saeed Al-Mathami, mengatakan konferensi tersebut adalah pesan dari Arab Saudi kepada dunia.

“Konferensi ini meramalkan masa depan dan meningkatkan kepemimpinan global Arab Saudi dalam mengembangkan pemuda berbakat dan kreatif,” katanya dirilis Mawhiba.

Mawhiba dinilai sebagai lembaga pertama di dunia yang khusus berupaya menemukan, merawat, dan memberdayakan bakat. Sejauh ini, lembaga ini telah berhasil menemukan dan merawat lebih dari 161.000 siswa berbakat di Arab Saudi, dan terus memperluas cakupannya ke negara lain. Lembaga ini juga telah mencatat kesuksesan, dengan meraih 384 kemenangan kualitatif dalam berbagai kompetisi ilmiah orisinil di dunia internasional.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Al-Mathami mengatakan, acara tersebut berupaya untuk mengeksplorasi cakrawala baru sekaligus memanfaatkan peluang yang ada di masa depan.

Konferensi tersebut katanya berupaya untuk menjadi platform global untuk komunikasi virtual, menyatukan para ahli, pemimpin, dan pembuat kebijakan untuk mendukung dan memberdayakan para pemuda berbakat, kreatif, dan inovatif dari berbagai belahan dunia.

Para peserta membahas masa depan sains dan teknologi, serta cara para talent kreatif dengan menggunakan sarana modern sekaligus menyoroti peran realitas virtual dalam menghadapi krisis dan tantangan global.

Al-Mathami mengatakan konferensi itu untuk membahas masa depan realitas virtual dan dampaknya terhadap perkembangan manusia.

“Ini juga membantu memperluas cakupan kerja sama internasional melalui kemitraan yang efektif dalam mengembangkan sumber daya manusia dari kaum muda yang berbakat, kreatif, dan inovatif untuk menghadapi perkembangan dan tantangan global,” sebutnya.

Dia juga menjelaskan soal beberapa inisiatif regional dan global dalam mensponsori para talent berbakat yang akan diumumkan selama konferensi. Juga dibahas praktik global terkemuka yang digunakan dalam mengidentifikasi dan mengembangkan keterampilan pemuda berbakat. “Siswa Mawhiba yang berbakat akan memoderasi diskusi panel dan sesi konferensi lainnya,” imbuhnya.

Sesuai agendanya, sebanyak 17 pembicara mempresentasikan visi mereka selama dua hari yang diselenggarakan oleh King Abdul Aziz and His Companions Foundation for Giftedness and Creative (Mawhiba) dan Sekretariat G20 Saudi sebagai bagian dari Program Konferensi Internasional untuk menghormati tahun kepresidenan G20 Saudi 2020.

Di antara pembicara adalah Menteri Energi Saudi Pangeran Abdul Aziz bin Salman dan Menteri Pendidikan Dr. Hamad bin Mohammed Al-Sheikh.

Konferensi ini mempertemukan tokoh-tokoh terkemuka di bidangnya masing-masing untuk membahas masa depan dunia dan mempresentasikan visi mereka dalam memanfaatkan revolusi digital secara maksimal.

Gubernur Riyadh Pangeran Faisal bin Bandar bin Abdul Aziz meresmikan konferensi pada 8 November mewakili Raja Salman Salman bin Abdul Aziz.

Dua sesi diadakan pada setiap hari dengan topik yang berbeda. Sesi pertama berjudul: “Membayangkan masa depan – Memberdayakan kemampuan anak muda yang berbakat dan kreatif untuk membentuk prospek masa depan baru.” Direktur Eksekutif UNICEF Henrietta H. Fore sesuai agenda menghadiri sesi pertama dimana Prof. Michio Kaku, Neil deGrasse Tyson, dan Gerd Leonhard menjadi pembicara utama.

Kaku adalah profesor fisika teoretis tamu di Universitas Princeton dan Universitas New York. Ia juga seorang futuris, yang telah menulis lebih dari 70 artikel ilmiah, sementara Tyson dikenal sebagai seorang astrofisikawan dan pembawa acara serial TV berbasis sains. Karya penelitiannya terutama berfokus pada kosmologi fisik, evolusi bintang, galaksi, dan astronomi galaksi.

Leonhard adalah seorang futuris Eropa dan penulis yang mengkhususkan diri dalam debat antara kemanusiaan dan teknologi. Ia juga dikenal sebagai analis media digital yang menulis buku berjudul “Teknologi vs. Kemanusiaan”.

Sementara sesi kedua di hari pertama bertajuk “Bagaimana dunia digital akan mengubah identitas masa depan?”. Presiden Saudi Data and Artificial Intelligence Authority (SDAIA), Dr. Abdullah bin Sharaf Al-Ghamdi, sesuai agenda berpartisipasi dalam sesi ini bersama dengan Eng. Nadhmi Al-Nasr, CEO NEO; Anthony Saltico, Wakil Presiden pendidikan dunia di Microsoft, dan Hong-Eng Koh, kepala ilmuwan industri pemerintahan global di Huawei Technologies Co., Ltd.

Sesi pertama di hari kedua bertajuk “Masa depan inovasi dan kewirausahaan,” yang diagendakan dihadiri oleh Jonas Kjellberg, Co-Founder Skype.

Adam Cheyer, salah satu pendiri dan VP Engineering di Viv Labs, Esther Wojcicki, wakil dari Creative Commons, Andreas Weigend, mantan kepala ilmuwan Amazon.com juga dijadwalkan menghadiri sesi tersebut.

Sesi terakhir bertajuk “Bagaimana visi global membentuk masa depan umat manusia,” sesuai agenda dihadiri oleh Sally Krisel, mantan presiden dewan direksi NAGC, dan Lianne Hoogeveen, presiden European Council for High Ability.

Peserta lainnya adalah Noriah Mohd Ishak, mantan presiden Pusat PERMATA pintar `UKM, dan Andreas Schleicher, direktur Pendidikan dan Keterampilan pada Organization for Economic Co-operation and Development (OECD).*

Redaktur: Muhammad Abdus Syakur
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:arab saudiG20MawhibaSaud bin Saeed Al-Mathami
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya perjuangan umat islam palestina Grand Syeikh Al-Azhar Tetap Mengecam Prancis soal Kartun Nabi dan Sentimen Anti-Islam
Tulisan selanjutnya Kemenag Seleksi 205 Hafizh Calon Imam Masjid di Uni Emirat Arab

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Berita
4 Juni 2026 09:00
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?