Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Uni Eropa Seru Myanmar Mengikutsertakan Muslim Rohingya dalam Pemilu

Insan Kamil
Terakhir diupdate: 11 November 2020 14:18 2:18 pm
Insan Kamil
Dipublikasikan 11 November 2020 14:18
Bagikan
Pemilu Myanmar
Bagikan

Hidayatullah.com–Uni Eropa pada hari Senin (09/11/2020) meminta Myanmar untuk memasukkan etnis dan agama minoritas, termasuk Muslim Rohingya, dalam proses pemilihan, lapor Anadolu Agency. Uni Eropa mendesak negara itu memastikan hak sipil dilakukan.

“Uni Eropa terus menyerukan agar semua kelompok etnis, agama dan minoritas di negara itu dimasukkan, termasuk komunitas Rohingya, dan untuk memastikan hak sipil dan politik yang sah dari semua,” kata juru bicara Komisi Uni Eropa Nabila Massrali dalam sebuah pernyataan. “Kami berharap pemilu sela diadakan sedini mungkin di daerah pemilihan di mana pemungutan suara November tidak bisa dilakukan. Ini juga penting untuk proses demokrasi,” tambahnya.

Blok beranggotakan 27 negara itu juga meminta Myanmar “untuk meningkatkan kerangka peraturan pemilu yang konsisten dengan standar internasional dan praktik terbaik.”  Negara Asia Tenggara berpenduduk 54 juta itu mengadakan pemilihan umum pada hari AHad (08/11/2020), kedua kalinya sejak kekuasaan militer selama 50 tahun berakhir pada 2011.

Sebanyak 5.643 kandidat mewakili lebih dari 90 partai memperebutkan 1.171 kursi nasional, negara bagian, dan daerah. Penasihat Negara Aung San Suu Kyi dari Liga Nasional untuk Demokrasi (LND) diperkirakan akan memenangkan masa jabatan kedua, tetapi para pengamat mempertanyakan kredibilitas pemilu karena pencabutan hak jutaan pemilih, khususnya Muslim.

Bersama dengan Rohingya, yang tidak diberi hak pilih menjelang pemungutan suara 2015, pemungutan suara juga dibatalkan di sebagian besar negara bagian termasuk Rakhine, Shan dan Kachin karena “masalah keamanan”.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Lebih dari 740.000 Rohingya melarikan diri dari Myanmar ke negara tetangga Bangladesh pada tahun 2016 dan 2017 ketika militer melancarkan serangkaian kekejaman. Seluruh desa dibakar, pembunuhan di luar proses hukum, dan pemerkosaan. PBB menyebutnya sebagai kampanye yang memiliki “niat genosida” terhadap Muslim.*

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Muslim MyanmarmyanmarpemiluRohingyaUni Eropa
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Tips Membesarkan Anak-anak Bilingual
Tulisan selanjutnya cinta sejati israel Joe Biden Bukanlah ‘Penyelamat’ bagi Rakyat Palestina

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Wali Kota Berlin Bilang Hacker Meretas Sistem dan Mencuri Data Ibu Kota Jerman

Berita
30 Agustus 2026 10:13
Suriah Angkat Pemimpin YPG Jadi Penasihat Kepresidenan
Lima Nama Bakal Caketum PBNU Disepakati, Ada Gus Kikin, Yahya Staquf hingga Kiai Zulfa
STAI Al Bayan Gelar Wisuda Angkatan II, Ketum DPP Hidayatullah Pesankan Alumni Kuatkan Takwa Hadapi Tantangan Zaman
Komandan Tentara Suriah Era Assad Tewas Saat akan Ditangkap

Terbaru

  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
  • PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?