Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

WHO Untuk Saat Ini Menolak Sertifikat Vaksinasi Covid-19

Ama Farah
Terakhir diupdate: 17 Januari 2021 13:42 1:42 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 17 Januari 2021 13:42
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) hari Jumat (15/1/2021) mengatakan untuk saat ini pihaknya menolak pemberlakuan sertifikat vaksinasi Covid-19, yang juga disebut “paspor vaksin”, sebagai syarat bagi orang asing memasuki negara lain.

Beberapa negara sudah mengisyaratkan bermaksud mengeluarkan “paspor vaksin”, di antaranya Spanyol, Belgia, Islandia, Estonia dan Denmark.

“Masih terlalu banyak yang tidak kita ketahui tentang efektivitas vaksin-vaksin yang ada dalam mengurangi penularan (virus) dan vaksin tersedia hanya dalam jumlah terbatas,” kata WHO dalam rekomendasinya seperti dilansir Euronews. Ditambahkan pula bahwa bukti vaksinasi Covid-19 bukan berarti mengabaikan bahaya penyakit-penyakit lain.

Hari Kamis, Polandia mengumumkan akan memberlakukan ketentuan paspor vaksinasi.

Wakil Menteri Kesehatan Polandia Anna Goławska mengatakan warga Polandia bisa memperoleh sertifikat tersebut dalam bentuk kode QR yang dapat diunduh setelah mereka disuntik vaksin coronavirus dosis kedua. Dengan kode tersebut orang bersangkutan  dapat menggunakan hak-hak yang layak diterima oleh orang yang sudah divaksinasi Covid-19.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Pekan lalu, Denmark mengatakan akan mempertimbangkan pemberlakuan sertifikat vaksinasi agar pembatalan perjalanan dan pergerakan warganya dapat dilonggarkan.

Etika berkaitan dengan paspor vaksin ini menjadi subyek perdebatan seputar hak asasi manusia. Pasalnya, apabila kebijakan itu diberlakukan maka akan membatasi pergerakan orang yang sehat dan tidak atau belum divaksinasi, serta masalah berkaitan dengan perlindungan privasi data, seperti hasil studi yang dilakukan University of Exeter Di Inggris.

“Paspor kesehatan digital mungkin berkontribusi bagi manajemen pandemi Covid-19 jangka panjang. Akan tetapi, hal itu menimbulkan masalah mendasar pada perlindungan privasi data dan hak asasi manusia,” kata Ana Beduschi, seorang pfofesor bidang hukum yang juga salah satu penyusun hasil penelitian itu, kepada Euronews.

“Apabila orang tidak dapat mengakses atau membayar tes atau vaksin Covid-19, mereka tidak akan dapat membuktikan status kesehatannya, dan dengan demikian secara de facto kebebasan mereka terbatasi,” kata Beduschi.

Wojciech Wiewiórowski, dari Data Protection Supervisor Uni Eropa, dulu pernah mengutarakan kekhawatiran yang sama tentang “paspor imunisasi”, dia menyebutnya sebagai kebijakan “ekstrem” dan “berdasarkan pada asumsi yang tidak didukung oleh medis.”*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:coronaviruscovid-19pasporvaksinWHO
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Gelombang II Covid-19 Jepang: Kasus Bunuh Diri Naik Tajam
Tulisan selanjutnya Jokowi Teken Perpres Baru, Warga Dilatih Polisikan Terduga Ekstremisme

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap

Berita
3 September 2026 09:53
Nyamuk Datang Naik Pesawat Dua Pekerja Bandara Jerman Meninggal Karena Malaria
DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah
Board of Peace Sebut Hamas dan Kelompok Perlawanan Palestina Lain Setuju Serahkan Senjata
‘Israel’ Persenjatai Geng Kriminal untuk Rampok dan Usir Warga Palestina di Gaza

Terbaru

  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
  • Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
  • 70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?