Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Coronavirus Varian Afsel Mampu Melibas Terapi Plasma, Efikasi Vaksin yang Ada Diragukan

Ama Farah
Terakhir diupdate: 21 Januari 2021 12:58 12:58 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 21 Januari 2021 12:54
Bagikan
MERS coronavirus.
Bagikan

Hidayatullah.com–Coronavirus varian baru yang ditemukan di Afrika Selatan dapat mengalahkan antibodi yang menyerangnya dalam perawatan dengan menggunakan terapi plasma darah dari pasien penyintas Covid-19, dan kemungkinan akan mengurangi efikasi vaksin-vaksin yang ada saat ini, kata para peneliti hari Rabu (20/1/2021).

Dilansir Reuters, para peneliti berlomba-lomba memastikan apakah vaksin yang sekarang sudah diluncurkan di banyak negara di dunia efektif melawan varian coronavirus yang disebut 501Y.V2. varian ini diidentifikasi oleh pakar-pakar genomika di Afrika Selatan tahun lalu di kawasan Nelson Mandela Bay.

Keganasan varian coronavirus itu dalam mengalahkan terapi plasma dipaparkan tim ilmuwan dari tiga universitas Afsel yang bekerja sama dengan National Institute for Communicable Diseases (NICD) dalam tulisan mereka yang dimuat dalam sebuah jurnal bioRxiv.

“Lebih lanjut, 501Y.V2 menunjukkan kemampuan menetralisir yang substansial atau  sepenuhnya melepaskan diri dari antibodi dalam terapi plasma konvalesen Covid-19,” tulis mereka, seraya menambahkan dalam kesimpulannya bahwa hal tersebut menampakkan “kemungkinan besar terjadinya infeksi ulang … dan mungkin mengurangi keampuhan vaksin yang ada saat ini untuk mengatasi coronavirus.”

Sebelumnya pekan ini, para peneliti di Afrika Selatan mengatakan bahwa varian 501Y.V2 lebih mudah menular 50% dibandingkan varian sebelumnya. Varian baru ini sudah menyebar sedikitnya ke 20 negara sejak dilaporkan eksistensinya ke World Health Organisation (WHO) pada akhir Desember lalu.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Varian Afsel ini berbeda dengan strain coronavirus yang pertama kali ditemukan beberapa bulan terakhir di Inggris dan Brazil, yang juga menurut para pakar lebih mudah menular dari coronavirus yang merebak sebelumnya.

Varian 501Y.V2 merupakan penyebab utama lonjakan kasus infeksi coronavirus gelombang kedua di Afrika Selatan. Awal bulan ini saja, laporan infeksi harian di negara itu menyentuh angka 21.000, yang jauh di atas infeksi harian pada gelombang pertama yang terbanyak sekitar 12.000 per hari.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Afrika SelatanBrazilcoronaviruscovid-19inggrisstrainvarian
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Musibah Banjir Kalimantan Selatan: 63 Ribu Orang Mengungsi, 110 Rumah Ibadah Terendam
Tulisan selanjutnya Amerika Serikat Batal Keluar dari WHO

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bandara King Khalid Riyad Ditutup Hingga 15 Oktober Imbas Serangan Houthi

Berita
13 Oktober 2026 00:13
PBB Catat Kenaikan Angka Kemiskinan Dunia, 1 Miliar Orang Terdampak
Majelis Ulama Indonesia Tetap Tegas Tolak Konser Andrea Bocelli
Pilot Berkewarganegaraan Indonesia, Pesawat Ethiopian Airlines Dilarang Mendarat di ‘Israel’
Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat

Terbaru

  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang
  • Majelis Ulama Indonesia Tetap Tegas Tolak Konser Andrea Bocelli

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?