Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Guenter Grass: Israel Seperti Stasi

Ama Farah
Terakhir diupdate:
Ama Farah
Dipublikasikan 13 April 2012 15:28
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Penyair Jerman penerima hadiah Nobel sastra Guenter Grass terlibat perang kata-kata dengan Zionis Israel, lansir kantor berita Reuters (11/04/2012). Grass menyamakan larangan masuk atas dirinya ke Israel dengan kelakuan pemimpin polisi rahasia Jerman Timur Stasi.

Dalam komentarnya yang dikirim ke koran Sueddeutsche Zeitung dan diterbitkan pada hari Kamis kemarin, Grass mengatakan bahwa bekas negara Jerman Timur dan Myanmar saja yang pernah memberlakukan larangan masuk kepada dirinya.

Hanya saja Myanmar berbeda dengan Israel, kata Grass lebih lanjut. Sementara Myanmar menyiratkan adanya perubahan ke arah yang lebih baik, Israel justru menunjukkan diri sebagai negara pemilik kekuatan nuklir yang melihat dirinya sendiri kebal terhadap kritik.

Penyair berusia 84 tahun itu terlibat perang kata sejak menerbitkan puisi barunya yang menyebut Israel sebagai bahaya bagi perdamaian dunia belum lama ini. Akibat puisi itu, Yahudi mengecamnya dengan mengatakan bahwa Grass seorang anti-Semit, julukan yang biasa disematkan Yahudi kepada siapapun yang dianggap menyudutkan kelompoknya.

Grass mengatakan, larangan bepergian ke Israel yang diberlakukan Zionis mengingatkan dirinya pada Erich Mielke, pemimpin polisi rahasia Stasi yang melarangnya datang ke Jerman Timur.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Pada tahun 1993 pengadilan Jerman kemudian memvonis Mielke, yang disebut rakyat Jerman Timur sebagai orang yang bengis, tetapi bukan karena aksinya sebagai komandan tertinggi Stasi, melainkan karena membunuh dua orang polisi di tahun 1931 saat ia menjadi pendukung komunis.

“Sekarang menteri dari sebuah negara demokrasi, yaitu negara Israel, telah menghukum saya dengan larangan bepergian. Dan keputusannya itu … mengingatkan saya pada putusan hakim atas menteri Mielke,” sindir Grass.

“Saya masih melihat diri saya tidak dapat ditarik kembali untuk terhubung dengan negara Israel,” kata Grass menegaskan bahwa ia tidak tertarik untuk mengunjungi negara Yahudi itu.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Parlemen Setuju Pejabat Mubarak Dilarang Jadi Presiden
Tulisan selanjutnya Sujud Syukur, Tim Sahabat Al Aqsha Tiba di Gaza

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Berita
3 Juni 2026 12:30
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?