Hidayatullah.com–Perompak bersenjata menyerang sebuah kapal kargo Turki di lepas pantai Teluk Guinea, di pantai Afrika Barat. Kelompok tersebut menculik 15 pelaut dan membunuh salah satu awaknya, demikian lapor Anadolu Agency hari Ahad (24/01/2021).
M / V Mozart yang berbendera Liberia sedang dalam perjalanan dari Lagos di Nigeria ke Cape Town, Afrika Selatan, ketika diserang pada Sabtu (23/01/2021) pagi. Para kru awalnya bisa bersembunyi, tetapi para perompak masuk ke ruangan mereka setelah enam jam. Seorang anggota kru, seorang insinyur Azeri dan satu-satunya warga negara non-Turki dalam kelompok tersebut, tewas dalam perlawanan berikutnya.
Para perompak meninggalkan kapal di Teluk Guinea, hanya menyisakan tiga pelaut di dalamnya, ungkap Anadolu. Berbicara kepada saluran berita Turki NTV, seorang pelaut yang masih berada di kapal Mozart mengatakan beberapa anggota awak terluka.
Baca: Diculik Boko Haram, 344 Pelajar Katsina Nigeria Sudah Dilepaskan
Setelah menonaktifkan sebagian besar sistem kapal, para perompak meninggalkan kru yang tersisa hanya dengan sistem navigasi untuk mengarahkan mereka ke pelabuhan.
Mereka saat ini menuju ke Port-Gentil di Gabon.
“Saya tidak tahu ke mana saya menuju,” kata sebuah suara dalam rekaman yang diposting di Twitter dan mengaku sebagai kapten terbaru Mozart. “Para perompak memotong kabel, hanya radar yang bekerja.”
‘Insiden Luar Biasa’
Biro Maritim Internasional telah menetapkan Teluk Guinea sebagai laut paling berbahaya karena pembajakan. “Insiden ini merupakan insiden luar biasa karena tingkat keparahan dan jaraknya dari pantai,” kata konsultan keamanan maritim Dryad Global. Insiden tersebut dilaporkan terjadi 98 mil laut barat laut Sao Tome.
Dari 135 pelaut yang diculik secara global tahun lalu, 130 tercatat di Teluk Guinea. Itu adalah jumlah anggota awak tertinggi yang pernah diculik di daerah itu. Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu mengatakan bahwa Ankara sedang dalam proses negosiasi terkoordinasi untuk mengamankan pembebasan awak, tetapi para perompak belum memberikan tanggapan apa pun, lapor Middle East Eye (MEE).
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan telah dua kali berbicara dengan kapten baru Mozart, Furkan Yaren, ungkap kantornya dalam sebuah tweet, menambahkan bahwa dia mengeluarkan perintah untuk pemulihan awak yang diculik. Pada Juli 2019, 10 pelaut Turki juga diculik di lepas pantai Nigeria dan dibebaskan kurang dari sebulan kemudian.*