Hidayatullah.com—Komisioner Hak Asasi Manusia PBB menyeru kepada Ethiopia agar memperbolehkan pakar-pakar independen melakukan investigasi atas kekerasan yang terjadi dalam konflik di Tigray yang mungkin merupakan terkategori sebagai kejahatan perang.
Michelle Bachelet mengatakan pihaknya menerima laporan meresahkan seperti pembunuhan, pemerkosaan, penghancuran dan penjarahan di Tigray, lansir BBC Kamis (4/3/2021).
PBB mengatakan angkatan bersenjata Ethiopia dan Eritrea, Tigray People’s Liberation Front (TPLF) dan Amhara Regional Forces semuanya diduga melakukan kekerasan di Tigray.
Dalam pernyataannya, Bachelet mengatakan kantornya menerima informasi kuat tentang penembakan membabi-buta di tiga kota kecil dan sejumlah laporan pelanggaran berat HAM, termasuk pembantaian di Aksum oleh militer Eritrea.
Bachelet mengatakan korban dan penyintas tidak boleh diabaikan haknya untuk mencari kebenaran dan keadilan.*