Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

HRW Mengatakan ‘Israel’ Melakukan ‘Kejahatan Perang yang Nyata’ dalam Serangan Gaza

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 27 Juli 2021 21:15 9:15 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 27 Juli 2021 21:15
Bagikan
Serangan udara ‘Israel’ menghancurkan gedung bertingkat tinggi di Kota Gaza yang menampung kantor The Associated Press dan Al-Jazeera
Bagikan

Hidayatullah.com — Human Rights Watch (HRW) mengatakan militer ‘Israel’ melakukan serangan yang ‘merupakan kejahatan perang” selama serangan 11 hari di Jalur Gaza yang dimulai pada 10 Mei, lansir Al Jazeera.

Organisasi hak asasi manusia internasional mengeluarkan kesimpulannya pada hari Selasa (27/07/2021) setelah menyelidiki tiga serangan udara “Israel” yang dikatakan menewaskan 62 warga sipil Palestina. Disimpulkan bahwa “tidak ada target militer yang jelas di sekitar” serangan.

Laporan itu juga menuduh kelompok bersenjata Palestina melakukan kejahatan perang dengan meluncurkan lebih dari 4.000 roket dan mortir terarah ke pusat-pusat populasi “Israel”. Serangan semacam itu, katanya, melanggar “larangan terhadap serangan yang disengaja atau tidak pandang bulu terhadap warga sipil”.

Laporan tersebut berfokus pada tindakan Zionis “Israel” selama pertempuran, dan kelompok itu mengatakan akan mengeluarkan laporan terpisah tentang tindakan Hamas dan kelompok bersenjata Palestina lainnya pada bulan Agustus.

“Pasukan ‘Israel’ melakukan serangan di Gaza pada bulan Mei yang menghancurkan seluruh keluarga tanpa target militer yang jelas di dekatnya,” kata Gerry Simpson, direktur krisis dan konflik terkait di HRW di situs web organisasi tersebut.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Dia mengatakan “keengganan konsisten ‘Israel’ untuk secara serius menyelidiki dugaan kejahatan perang”, ditambah dengan tembakan roket Palestina di wilayah sipil “Israel”, menggarisbawahi pentingnya penyelidikan yang sedang berlangsung ke kedua belah pihak oleh Pengadilan Kriminal Internasional (ICC).

Tidak ada reaksi langsung terhadap laporan oleh militer Zionis “Israel”, yang telah berulang kali mengatakan serangannya ditujukan pada sasaran militer di Gaza.

Hamas, yang memerintah Jalur Gaza, menembakkan roket ke “Israel” setelah penjajah Zionis mengabaikan ultimatum yang menuntut mereka menarik pasukan keamanannya dari kompleks Masjid Al-Aqsha di Yerusalem Timur yang diduduki setelah berhari-hari kekerasan terhadap pengunjuk rasa Palestina.

Pasukan keamanan “Israel” telah dengan keras menekan demonstrasi menentang serangan Zionis “Israel” dan serangan terhadap jamaah di kompleks Masjid Al-Aqsha, dan ancaman pengusiran puluhan keluarga Palestina yang mendukung pemukim Yahudi di lingkungan Syeikh Jarrah.

Secara keseluruhan, Hamas menembakkan lebih dari 4.000 roket dan mortir ke arah “Israel”, sementara penjajah “Israel” mengatakan pihaknya menyerang lebih dari 1.000 sasaran yang terkait dengan kelompok bersenjata di Gaza.

Menurut kementerian kesehatan Gaza, sekitar 260 owarga syahid di Gaza, termasuk setidaknya 67 anak-anak dan 39 wanita. Dua belas warga sipil, termasuk dua anak-anak, tewas di “Israel”, bersama dengan satu tentara.

Tiga Serangan Diselidiki

Laporan HRW mengatakan serangan udara “Israel” yang paling serius, pada 16 Mei, melibatkan serangkaian serangan di Jalan al-Wahda, sebuah jalan raya pusat di Kota Gaza. Serangan udara menghancurkan tiga gedung apartemen dan menewaskan total 44 warga sipil, kata HRW, termasuk 18 anak-anak dan 14 wanita. Dua puluh dua dari yang tewas adalah anggota dari satu keluarga, al-Kawlaks.

“Israel” mengatakan serangan itu ditujukan ke terowongan yang digunakan oleh pejuang Hamas di daerah itu dan menyarankan kerusakan rumah itu tidak disengaja.

Dalam penyelidikannya, HRW menyimpulkan bahwa Zionis “Israel” telah menggunakan bom berpemandu presisi GBU-31 buatan AS dan tidak memperingatkan warga untuk mengungsi dari daerah tersebut sebelumnya. Mereka juga tidak menemukan bukti adanya target militer di daerah tersebut.

“Serangan yang tidak ditujukan pada tujuan militer tertentu adalah melanggar hukum,” tulisnya.

Investigasi juga melihat ledakan 10 Mei yang menewaskan delapan orang, termasuk enam anak-anak, di dekat kota Beit Hanoun, Gaza utara. Dikatakan dua orang dewasa adalah warga sipil.

Zionis “Israel” mengatakan ledakan itu disebabkan oleh roket Palestina yang salah tembak. Tetapi berdasarkan analisis sisa-sisa amunisi dan laporan saksi, HRW mengatakan bukti menunjukkan senjata itu adalah “sejenis peluru kendali”.

“Human Rights Watch tidak menemukan bukti adanya target militer di atau dekat lokasi serangan,” katanya.

Serangan ketiga yang diselidikinya terjadi pada 15 Mei, di mana serangan udara Zionis “Israel” menghancurkan sebuah bangunan tiga lantai di kamp pengungsi Shati Gaza. Serangan itu menewaskan 10 orang, dua wanita dan delapan anak-anak.

Penyelidik HRW menentukan bahwa gedung itu dihantam oleh peluru kendali buatan AS. “Israel” telah mengatakan bahwa pejabat senior Hamas bersembunyi di gedung itu tetapi HRW mengatakan tidak menemukan bukti adanya target militer di atau dekat lokasi itu dan menyerukan penyelidikan apakah ada tujuan militer yang sah dan “semua tindakan pencegahan yang layak” telah diambil menghindari korban sipil.

Mengkondisikan Bantuan AS untuk ‘Israel’

Konflik Mei adalah yang keempat antara “Israel” dan Hamas sejak Hamas mulai memerintah Gaza pada 2007. Human Rights Watch, kelompok hak asasi lainnya dan pejabat PBB menuduh kedua belah pihak melakukan kejahatan perang di semua konflik.

Awal tahun ini, HRW menuduh “Israel” bersalah atas kejahatan internasional apartheid dan penganiayaan karena kebijakan diskriminatif terhadap warga Palestina, baik di dalam “Israel” maupun di Tepi Barat yang diduduki dan Jalur Gaza. Zionis “Israel” menolak tuduhan itu.

Dalam laporan hari Selasa, HRW meminta AS untuk mengkondisikan bantuan keamanan ke “Israel” dalam mengambil “tindakan nyata dan dapat diverifikasi” untuk mematuhi hukum hak asasi manusia internasional dan untuk menyelidiki pelanggaran di masa lalu.

Ia juga meminta ICC untuk memasukkan serangan Gaza baru-baru ini dalam penyelidikan yang sedang berlangsung terhadap kemungkinan kejahatan perang oleh “Israel” dan kelompok-kelompok bersenjata Palestina. “Israel” tidak mengakui yurisdiksi pengadilan dan mengatakan pihaknya mampu menyelidiki potensi kesalahan apa pun oleh tentaranya dan bahwa penyelidikan ICC tidak adil dan bermotivasi politik.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:israelpalestinaSerangan keserangan ke AleppoZionis
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya IDI: Kasus Covid-19 di Luar Pulau Jawa Mulai Meningkat
Tulisan selanjutnya Virus Masih Belum Terkendali, Universitas Muhammadiyah Surabaya Bagikan Oximeter pada Pasien Isoman  

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Bom di terowongan tewaskan tentara Israel
Berita

Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan

Berita
1 Juni 2026 15:00
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?