Hidayatullah.com–Perdana Menteri Slovakia Robert Fico menyatakan siap mundur dari jabatannya, jika presiden menerima pemerintahan koalisi saat ini tetap berlanjut sampai masanya berakhir tanpa ada pemilu dini.
Fico mengatakan siap menyodorkan calon pengganti dari partainya untuk menjadi perdana menteri.
Hal itu dikemukakan Fico di tengah-tengah skandal politik yang mencuat akibat pembunuhan seorang jurnalis.
Jan Kuciak sedang melakukan investigasi korupsi pemerintah ketika dirinya di bunuh. Tunangannya, Martina Kusnirova juga di bunuh dalam serangan yang dilakukan di rumah mereka. Keduanya ditemukan tewas bulan lalu.
“Hari ini saya telah mengajukan pengunduran diri kepada presiden kepala republik ini,” kata Fico dalam sebuah pengarahan pers seperti dilansir BBC Rabu (14/3/2018). “Jika presiden menerimanya, saya siap mundur besok,” ujarnya.
Menyusul kasus pembunuhan Kuciak, Mendagri Robert Kalinak sudah meletakkan jabatannya dua hari lalu, tunduk pada tekanan mitra koalisi, Partai Most-Hid.
Sebelum dibunuh, Kuciak sedang menyelidiki petunjuk yang menghubungkan korupsi pejabat tinggi Slovakia dengan mafia Italia.
Kuciak mengklaim pebisnis-pebisnis Italia yang berkaitan dengan sindikat kejahatan terorganisir ‘Ndrangheta sudah menetap di bagian timur Slovakia, dan selama bertahun-tahun menyelewengkan dana Uni Eropa.
Pekan lalu, Presiden Slovakia Andrej Kiska menyeru dilakukannya “perombakan radikal pemerintahan” atau akan digelar pemilu dini, setelah 7 tersangka pembunuhan Kuciak dibebaskan tanpa tuduhan apapun.
Salah satu dari tersangka yang dibebaskan adalah orang Italia yang berbisnis dengan pejabat-pejabat yang dekat dengan PM Fico.
Pekan sebelumnya, ketua tim penasihat perdana menteri Maria Troskova dan sekretaris dewan keamanan negara Viliam Jasan mengundurkan diri, setelah muncul tuduhan keduanya pernah berbisnis dengan pria Italia itu di masa lalu.
Dalam sebuah pertanyaan bersama, keduanya membantah melakukan kesalahan. Mereka mengatakan memutuskan mundur saat investigasi sedang berlangsung supaya kasusnya tidak dijadikan senjata politik untuk menyerang PM Fico.*